keluarga kecil 42
Tampilkan postingan dengan label keluarga kecil 42. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2012

Capcay Goreng

akhirnya kerinduan saya akan capcay goreng warung hijau terbayarkan sudah.
karena di akhir shift saya sebagai gardep di Dagadu, warung hijau sedang ada renovasi atau apa sehingga saya tidak bisa mencoba makanan super enak itu dengan title sebagai gardep untuk terakhir kalinya.

sudah hampir dua bulan setelah saya wisuda gardep, akhirnya malam ini saya kembali menikmati capcay goreng  ga pedes itu lagi. Bagaimana rasanya? sebetulnya sih enak yang biasa aja. Tapi karena saya menitipkan memori dan kenangan di dalam setiap sendokan capcay warung ijo, jadi bagi saya inilah capcay goreng terenak yang pernah ada.

saat saya makan, pikiran saya terfokus pada 31 anak yang entah sedang melakukan apa malam ini.
Saya rindu mereka.
bahkan ketika saya melewati jalan menuju sosrokusuman, tempat capcay goreng itu berada, saya mengingat bagaimana saya yang menstater motor hingga kekuatan 60 km/jam agar tidak terlambat datang di shift 2 atau shift 3. Maklum, gerai dagadu yang berada di Malioboro hitungannya cukup jauh dari rumah dan kampus.
Dan saat tadi saya mengendarai motor, saya rindu detakan jantung saat saya berpacu dengan waktu.

Saya rindu keadaan.
saya rindu, keadaan dimana saya bisa harus menebak siapa SPV dan teman on duty saya di satu shift itu.
lengkap dengan keadaan saat saya harus memakai seragam kerah hitam di hari senin lengkap dengan vest abu-abu dan pin kuning norak bertuliskan "ipeh"

saya rindu itu semua.
saat saya tersadar bahwa pada dasarnya perpisahan akan mengantarkan pada kerenggangan.
dan itu nyata adanya.

capcay goreng tanpa cabai buatan seorang wanita paruh baya di warung hijau, yang saya makan petang tadi begitu menyeret saya pada seribu kenangan selama 8 bulan saya bersama anak-anak 42.
Entah bagaimana harus mengucap rindu pada mereka dan keadaan yang sepertinya lama telah saya tinggalkan.
betapa saya harus merasa begitu sedih, karena saya harus berada dalam kerenggangan luar biasa dengan salah satu dari 42.



di kehidupan yang akan datang, semoga kami tetap diberi ikatan dan semacam telepati agar tetap terhubung.

NB : tulisan ini saya dedikasikan untuk seluruh 42 :)

#14
#31harimenulis

Senin, 20 Februari 2012

H-41




jogjakarta, 20 februari 
00.30

kadang saya bertanya, 
kalau harus berpisah, kenapa harus ada konsep bertemu?
atau memang begitu skenarionya?
kita bertemu untuk kemudian harus berpisah, agar kemudian kita mengahrgai setiap detik pertemuan yang ada?

mungkin lebih mudah untuk saya, meraba akhir dari sebuah pertemuan itu bagiamana.
tapi disini sebaliknya..
saya tau betul kapan saya berpisah dengan anak-anak ini.

bisakah saya kembali pada awal?
dan merekam semuanya sekali lagi?
mengingat dan merasakan semuanya sekali lagi?

merasakan betapa anehnya saya mengucapa kata "on duty",
betapa senangnya saya ketika harus menertawakan keadaan,
betapa sebalnya saat harus berangkat ketika kondisi badan tidak fit
bisakah?
betapa terburu waktunya saya di pukul 08.00, 12.30, atau 17.00

hari ini H-41
perpisahan itu nyata ya?

ya Tuhan,
beribu orang disana berharap bisa merasakan perasaan bahagia seperti yang saya rasakan bertemu anak-anak ini.
beribu orang disana, akan sangat iri, jika tau betapa saya punya keluarga kecil yang sangat menyenangkan.

kalau 41 hari itu telah tiba Ya Tuhan,
dan saya harus menangis.
saya harap itu tangis karena sebuah syukur bahwa di agustus itu saya pernah bertemu anak-anak ini.

Terimaksih ya dear 42
selamat H- 41 hari :)
*ipeh please, to early for you to crying*


Minggu, 05 Februari 2012

full of tears :') -gardep bagian 2-

"selamat siang mas, saya ipeh, cagardep 42 saya mau ijin sosialisasi. job desc saya, bla bla bla.. target saya bla bla bla.."

kalau di satu shift di gerai itu ada sekitar 5 orang maka kita harus melalukan itu LIMA kali selama delapan kali magang. how should i???


Banyak hal yang saya ingat sewaktu saya magang.

di hari pertama, di shift 1, di gerai paling besar yakni di UGD pakuningratan. pas itu ternyata sedang ada yang namanya EK atau evaluasi kantor, semacam pertemuan semua lini perusahaan. disitu gardep bisa langsung ketemu dengan menejerial dan melakukan komunikasi.
karna saya ga tau apa-apa tentang EK, saya main nyelonong aja masuk ke gerai tanpa peduli ada rapat besar yang ternyata adalah EK. satu kebodohan awal yang so-enggak-banget-. Ingat betul saya betapa tatapan anak-anak gardep angakatan 41 dan 40 melihat saya pagi itu. seakan berkata "cih, begitu pengen jadi gardep?"

atau ketika, saya dimagangin dan dengan bodohnya berkata "itu suara lady gaga mas..."
sewaktu mas asep bertanya "itu suara apa Peh?" pada kemasan yang terbuka.

oh damn, saya terlihat sangat cupu nan tolol ala-ala karyawan baru.

tapi pengalaman yang paling saya ingat adalah pengalaman magang ke 7!
daiantara 8 kali magang, magang ke 7 di shift satu gerai soboharsono adalah yang harus disoroti. karena disitu saya menangis.

terlihat cengeng sih emang, tapi seriusan saya sebegitu sebel dongkol dengan cara memangangi seorang kakak gardep yang menurut saya saat itu sih lebaynya ga karuan.
hahahahaha... tapi kalo inget saat itu, saya cuma bisa senyum-senyum sendiri.

Ya tapi itulah magang,
ketika sebarek kebudayaan dagadu harus diberitahukan dalam tempo sesingkat-singkatnya dan segalak-galaknya. tapi magang itulah yang membuat saya dan cagardep itu menjadi lebih solid lagi. apalgi setelah kita secara rutin membagi cerita di angkringan KR waktu shift 4an. cerita bersama, tertawa bersama, kita saling curhat, saling dongkol, saling memberi harapan, saling berkata :
"ayo kita semua harus keterima ya..."

hingga magang pun berkahir dan here we go, kita tunggu pengumuman!
*drum roll*

saya INGAT betul

hari itu itu saya ada siaran jam 5-8 pagi.
dan di hari itu pula, ada pengumuman yang harusnya kita anak-anak cagardep harus berkumpul di GSP jam 6 pagi.
ya karna saya ga mungkin meninggalkan siaran, jadi saya ijin untuk datang jam 8 paginya.
saya sms TIVA pada pukul 7.

"tiv, gimnana? lagi pada ngapain?
 tiva membalas :

"belum nih, baru mau dibagi kelompok"

saya membalas : "oh oke, kabar-kabarin yaa.."

jam setengah 8 saya sms lagi : "gimana tiv, lagi apa?"

ENGGAK DIBALES!

saya sms lagi : "tiv.. piye?"

tiva membales dengan : "Ipeh, aku ga ketrima.. tapi gapapa aku ikhlas"

sumapah ya Tuhaaaaaaan, ini udah berasa ikutan UM UGM aja deh yaa.. baca sms tiva yang kayak gtu, sontak bikin saya kejang-kejang dalam jiwa raga.

jam 7.45 saya smsan sama tiva. seperti ini :

ipeh : "tiva, gimana? kok kamu ga ketrima? kata OT apa?
tiva : "ya gitu lah peh.. aku sedih banget"
ipeh : "kamu sabar ya.. trus aku gimana tiv? ketrima apa ga?"
tiva : "aduh, aku ga enak peh NGOMONGNYA..."
ipeh : "hah, emang kenapa? udah ngomong aja.. ga lolos juga ya?"
tiva : "udah peh, kamu kesini aja, aku sumpah ga enak ngomongnya"
ipeh : "maksudnya, aku ga paham..."
tiva : "aku ga enak peh ngomongnya, udah sini aja.."

JLEB!

apakah aku gugur, setelah 8 tahap itu. dan aku jatuh cinta pada anak2 itu?

singkat kata,
tibalah saya di GSP.
semua anak yang ada di gsp, walo ga semua, memandang dengan tatap aneh.
hingga saya mendekat dan TARA berkata :

"mbak ipeh, sabar ya..."

saya : "jadi, aku ga ketrima ya?"

dalam hati udah. Duh gusti, demi langit dan bumi, dewa-dewi dan semua hal yang ada di semesta, aku pengen nangis. aku sediiiiih... huaaaaaaaaa

dan inilah percakapan yang terjadi :

ipeh     : "jadi aku ga ketrima?"
tara      : "iya mbak, kamu, mbak tiva, sama mbak mega ga ketrima"
gardep siapa gtu aku lupa : "kalo mega ga ketrima karna dia pernah mangkir trus kamu sama tiva ga ketrima karna kalian mentel"
TIVA    : "iya peh.. kita ga ketrima karna kita menthel"
amy        : "ditambah kamu ga komit, tadi aja kamu ga dteng karna siaran kan?"
ipeh      : NANGIS

you know what?
the reason im cried is alesan aku ga ketrima jadi gardep itu ga make sense. ya kali karna saya MENTHEL. how come, itu jadi alesan coba kaaaan?!

akhirnya saya menangis tersedu-sedu dipelukan amy.

hingga akhirnya seseorang mengucap.

"yuk peh kita makan, kita nungguin kamu daritadi supaya makan bareng"

OGAH! " enggak ah, aku pulang aja.." e gile lo ndro, saya makan dengan hati tercabik dan kalian makan karna ketrima gardep! apa-apaan cobaa!

hingga seorang mengucap seperti ini:

"ayolah peh, kita makan, UNTUK MERAYAKAN KALO KITA SEMUA KETRIMA JADI GARDEP"

-________________________________________-"

hahahahahahahahahahaa.....

dan kita pun makan :



sunday morning ga pernah se bahagia ini.
berasa ketrima apa gtu, seneng banget.

"welcome to the UN-comfertable zone"
selamat datang di tanda tangan kontrak, syukuran, shift, lakon, dan semuanyaa..

untuk itu MARI KITA SYUKURAAAN,
tapi sebelum itu, mari kita rayakan ini DENGAN KE PANTAI.

bersambung...

Sabtu, 28 Januari 2012

ribet banget! -gardep 42 bagian 1-

"kita pernah ada.. di satu masa bersama"

Entah keputusan atau memang terjebak, saya juga kurang paham.
 ketika siang menjelang sore itu, saya hadir di pakuningratan nomer 17. Sebuah tempat yang dulu selalu saya kunjungi.
Keberadaan saya disitu bukan seperti-biasa-saya-berada-disitu tapi untuk mendaftar menjadi seorang gardep.
sounds crazy emang. Karena awalnya bagi saya, menjadi gardep itu salah satu hal yang oh-come-on-what you looking-for sih? kayak ga ada hal lain yang bisa dilakuin aja.

But, here i'm dengan sabarnya mengikuti satu persatu tahapan seleksi yang panjang dan rempong. 
saya mau cerita bahwa TIDAK ADA SATUPUN tahap seleksi yang dengan AMAN saya lewati. semuanya saya lewati dengan GETIR dan KETIR. ini benar!

-PERTAMA-
Saya ingat betul di hari pengumuman tahap pertama.
Dengan bodohnya saya berfikiran untuk melihat hasil seleksi keesokan harinya. Rencananya setelah habis siaran saya akn melihat hasil seleksinya.
Tapi belum sampai besok, sorenya teman kuliah saya yang juga mendaftar mengirim sms
"ipeh, kita lolos. dan besok ada tes tertulis"
saya membaca itu langsung berkata dalam hati "alhamdulilah ya..."
BUT WAIT, BESOK??

jikalau saya tetap nekat untuk melihat hasil test itu besok, ya... 

dan saya baru tau tentang perlengkapan yang harus dibawa dan baju yang harus dikenakan di pukul 23.00.
itu udah kayak mau ospek lagi deh. baju kerah, rok, sepatu pantofel, dikucir. BAH!

hadirlah saya di UAD. 
cukup kaget melihat banyak orang layaknya sales yang mau di training berada di sana.
dalam hati saya kembali berfikir "oke, ipeh, what do you doing here? just go back! that silly thing"
dan saya akhirnya bertemu seorang "anak didik" jaman distro sippirilly. yakni MARTIN
juga bertemu seorang mbak-mbak yang pake baju agak ketat yang kayaknya semester atas. Belakangan saya tau namanya adalah GATHA
juga diparkiran saya ketemu cowo pendiem yang agak gimana, yang selanjutnya saya kenal dengan PANDU

well, hari ters tertulis selesai dengan saya sebagai BEST MAKE OVER. 
waktu OT bilang kalo saya best MO, dalam hati saya berkata "are you kidding me or something? dandanan amburadul gini dibilang best!"

tahap kedua selesai, tahap ketiga, tahap keempat, sampai tahap wawancara dengan menjerial.

-KEDUA-
Tuhan itu maha adil ya. 
jadi ceritanya. Seorang EO menawari saya untuk mengemsikan sebuah acara di jawa timur selama 2 minggu FULL. dengan fee mencapai angka 2. demi apapun lah ya, siapapun yang ditawari pasti tergiur.
BUT the problem is. waktunya bentrok! jadi, di waktu wawancara dengan menjerial itu, waktunya pas saya ada di kerjaan itu. 
aduh bukan cuma galau kali! saya stres! mana yang harus dipilih coba kan..
dan setelah perdebatan batin yang pajang, saya MENOLAK kerjaan itu.
whoaaaaaaaaa! 
tapi tetep, dalam hati saya berkata " IPEH, OH PLEASE!"

dan ya saya hadir lah di wawanacara dengan menjerial dan menolak fee sebesar itu.
di hari wawancara itu, halangan belum berakhir. saya salah liat jam!
saya fikir saya pukul 12.45 teryata saya pukul 11.45. damn!

saya hadir tanpa make up, dan dengan malu-malu cantik saya meminjam alat make up pada dua orang yang juga sedang menunggu giliran. belakangan saya tau namany adalah
WINDI DAN TARA

-KETIGA-
akhirnya lolos. tapi ga sampai disitu saja. setelah melihat jadwal, saya mempertimbangkan untuk balik sejenak ke sukabumi dan jakarta.
saya sudah membeli tiket. saya tegaskan, saya SUDAH membeli tiket.
sampai akhirnya saya di telfon dan diberi tahu untuk brifing indoor dan outdoor training, TAPI, saat briefing itu nanti dilakukan, saya seharusnya sudah di sukabumi. 
matilah saya! 
saya bilanglah pada OT, bisakah kalau saya skip brieifing itu? karena saya sudah beli tiket pulang. dan jawabaannya TIDAK! 
it so pre ke tek

untungnya tiket masih bisa ditukar hari.
jadi saya masih bisa hadir ke acara briefing itu dan malemnya ke sukabumi.
karena kesel, saya hadir dengan muka terJUTEK yang pernah ada.saya sebel, ini kesekian kalinya hidup saya berhalangan karena dagadu.
dan OH MAI GOSH, tugasnya udah kayak tugas ospek you knooooow!
suruh inilah itulah..
mana anak-anaknya ya Tuhan saat itu rempong sekali. nentuin satu baju dress code aja luamaaa buangeeet. hahahaha..
dan disitulah saya berkenalan dengan temen paling "nyinyir" dan yang paling saya sayang TIVA yang ternyata anak HI UGM. orang terlebay, yang bawa bunga pas kumpul indoor outdoor training dengan alasan : kalo susi susanti menang kan, di kasih bunga.." ooh please -___-


dan AMY, karena kita harus bikin kelompok apalah itu waktu itu.
dan teman sekelompok lainnya PUSPA, EDO, RAHMAN, dan.. eh aku lupa :p

berasa anak komunikasi, saya nerocos panjang lebar tentang konsep tugas kita itu. 
you know guys? mungkin saya agak mendominasi karena saya mau ke sukabumi dan pastinya tidak ikut kalian membuat. jadi better saya sumbang ide dan konsep yang nantinya kalian pakai. itulah kenapa saya it so cerewet dan mendominasi saat itu :)

-KEEMPAT-
karena asik liburan, saya lupa pesen tiket! tiket habis dan saya harus pulang di H-1 pelaksanaan indoor outdoor training.
dengan bis NON AC jurusan sukabumi-SOLO (bukan jogja). saya sebis dengan mas-mas preman, mbok-mbok penjual ayam. harusnya seru, tapi setalah saya ingat harusnya saya bisa pulang nyaman dengan bsi rajawali AC dan alasan pulang saya bukan karena dagadu gimana bisa saya ga mengeluh?
dan ya, HAPE saya barusan hilang!!! so, saya harus meminjam hape anak pesantren sebelah saya untuk sms mama saya.
katanya sampe solo bisa jam 6 subuh. TAPI GOMBAL. saya solo jam 9 siang. dan saya harus pergi ke stasiun balapan. naik pramek ke jogja, dan ternyataaaa.. kereta prameks pas saya datang kesana sudah berangkat 15 menit yang lalu! ampun DJ....
akhirnya saya harus menunggu lagi sampai jam 11 atau 12 untuk balik ke jogja, dengan posisi capek, lagi mens, solo panas. rasanya saya mau makan orang hiduo-hidup.
sampai di jogja jam 1 atau 2 an, saya langsung ke galeria ketemu kelompok JJS itu...

FINALLY,
besoknya saya indoor dan outdoor training.
mata kriyip-kriyip, capek, saya hadir jam 6 di pakuningratan.
mengkikuti semua hal yang ada. 
ditemani demam, dan seoarang yang sangat baik mengkompres saya, dia adalah MEGA dan SANDRA

di indoor dan outdoor training saya mulai kenal satu persatu orang.
mulai dari PJU NIZAR. dan dengan polosnya saya berkata : "ih, aku ga suka sama kamu, kamu jahat" hahahahaha.. abis mukanya item serem gitu deh..
trus seorang yang kalo disuruh bikin yel pasti ada kata JOSNYA. itu adalah HAMDAN.
dan saya menjadi best presentator. kelompok saya jadi best kelompok, just a nice thing :)

peralahan indoor outdoor ini membuat saya respect. semua hal yang saya keluhkan sedikit demi sedikit luntur. saya berkata dalam hati "how lucky im...be part of this. im a gardep? oh.. not yet"

apalagi setelah muter-muter keliling jogja yang really-really fun itu kita nyanyi dangdut di bis. HUUUAAAAH.. i miss the moment. saya dengan 36 anak se bis, dan merasa sangat senang.

di hari itu, 
di sore itu,
di bis itu,
kita sempat benyanyi bahwa semoga kita sama-sama bukan CAGARDEP tapi gardep
kita sama-sama berharap.
semua hal yang saya lakukan. semua hal yang saya relakan. semua hal yang saya korbankan. semua mengantarkan saya pada..

PADA MAGANG! *jeng jeng jeng*

and the story goes to...
© RIWAYAT
Maira Gall