Sabtu, 03 Desember 2011

yang saya...

sesuatu yang entah apa namanya...
yang jelas sangat mengganjal, dan biarkan saya bercerita tentang sesuatu-yang-entah-apa-ini

saya merasa begitu kecanduannya menerima telfon tengah malam yang dengan suaranya yang menghipnotis, bisa membuat saya tertidur dengan senyum.
bagian yang saya suka adalah ketika dia berkata "tidur ya.. itu udah ga bisa nafas begitu" karena sinus saya yang kambuh hampir tiap malam.

saya merasa harus menatapnya selagi saya bisa menatapnya. dan itu membuat saya tenang dan nyaman no matter happen .
bagian yang saya suka adalah ketika kemudian dia juga kembali menatap dan tersenyum juga.

saya merasa harus tersenyum ketika berpapasan dengannya atau ketika pesan singkat itu hadir di handphone saya.
bagian yang suka adalah cara kamu yang dengan-apa-juga-saya-bingung bisa membuat saya tersenyum

diantara seringnya pembicaraan malam kita.
kadang kita sering terdiam karena kehabisan topik
diantara banyaknya pulsa yang terbuang tapi tak pernah sekalipun kita menyinggung tentang "harus dibawa kemana hubungan kita"
bagi saya, dan mungkin bagi kamu juga. nyaman yang seperti ini sudah teramat cukup.

atau mungkin kita yang akan bingung jika harus dipusingkan dengan "bagaimana dengan dia, bagaimana dengan saya, bagaimana dengan kita"

mungkin juga karena kita tak ingin harus merusak nyaman yang ada hanya untuk masalah tipikal menganai "harus dibagaimanakan kita"

saya harus menangis ketika saya tau, tak ada lagi kamu di hari saya.
yang saya benci adalah ketika kamu mengusap air mata

saya merasa harus menagih sebuah janji itu, hanya supaya saya punya cara untuk tetap terikat denganmu
yang saya benci adalah ketika kamu mengiyakan janji itu dan berjanji mengabulkan janji itu untuk saya.

tapi saya merasa tak harus mengatakan ini.
saya tak perlu mengatakan betapa takutnya saya.
kalau saya terjebak di kamu.

dan kalaupun kamu terjebak di saya.

Jumat, 18 November 2011

moment kecil

Captain jack, JEC, takoyaki, jamur chrispy.
tanggal 11.11.11
bicara tentang mimpi, masa depan, magang, anak dan kerandoman lainnya.
disekililing kita hujan turun rintik dengan malu.

semoga tulisan ini tak pernah kau sentuh.
kalaupun iya.
jangan dibahas.
deal?

just wanna say,
thank you, untuk moment kecilnya :)

be murderer? NO!

resmilah sudah buku Fitri tropika yang brejudul KENING jadi salah satu buku favorit saya. Thanks sebesar-besarnya untuk Destra Yuris Rivandika yang dengan suka hati meminjamkan itu pada saya.
Dibuku itu, terutama di bagian awal yang brejudul Hello Goodbye. Rasanya kayak saya berhadapan lagsung sama si fitri dan mendengar ceritanya dia.denger dia curhat dengan gaya lebaynya dan ikut ngerasa bahagia pas dia ditembak, ngerasa pengen nangis pas dia putus dan ngerasa "nggerus" pas ternyata mantannya itu punya pacar but she have been fallin in love with him. sounds mirip kisah saya soalnya, hehehehe.. 

ada satu bagian yang menarik. yaitu pas si Fitrop ini ditanya, berapa kali dia pernah ngerasa jatuh cinta yang bener-bener trully in love with a guy dan dia menjawab itu baru sekali. Why? you should be to read her book to get the answered! jawabnya OKE banget :D

eniwe, membaca buku itu... sedikit menyisakan galau untuk saya.
galau, karena saya kok rasa-rasanya kembali pada 'sosok jahat' jaman SMA ya?

you know anak-anak SMA labilnya kayak apakan? gimana galaunya, labilnya, dan sok-sok exciting kadang kalo dideketin cowo.. yakan?
nah saya itu bukan cuma sekedar labil pas SMA. levelnya udah bukan cuma labil nan galau, tapi punya hobi buruk. buruk banget. saking buruknya, saya malu harus membeberkan pada blog saya yang terkenal melow ampun Dj ini.dan saking buruknya saya juga kena karma :(( (ini mah its so yesterday lah, im new brand right now *i wish*)

jadi sebenarnya saya cuma mau berkata lewat tulisan ini..

EHEM..

yes kamu,
yang mungkin masih berharap, yang untuk apa juga, saya kurang tau pasti.
saya tau, ketika kita berpapasan, dan mata kita saling bertemu, kamu ingin menyapa, dan itu berat untuk kamu.
betapa waktu berharga yang kamu habiskan untuk galau dan mungkin kangen..
saya tau, kamu yang harus berperang lawan kata hatimu. mungkin kamu mau move on, tapi ga tau kenapa ada bagian dari kamu untuk menahan kamu move on.. don't you?

kenapa saya tau?

karena saya pernah seperti kamu.

yes kamu,
saya ga tau apa istilah "how can I move on, when i'm still in love with you" itu jadi semacam quote kamu?
saya ga tau, kamu akan begini sampai kapan. 
terlebih, saya ga tau, apa kamu akan menunggu atau gimana.
saya ga tau..
karena yang lebih tahu itu..

KAMU!


correct me if im wrong!  kalo saya ternyata cuma kegeeran yang sangat berlebihan atau ternyata saya cuma terlalu pede! atau terlalu lebay melihat kamu. koreksi saya.


the point is,
saya cuma mau bilang.
mengutip dari lagunya mbak rihanna. bahwa saya, never ever ever ever ever ever take away your life. NOTED IT. karena, saya ga mau lagi dan lagi dan lagi be a murderer.
saya akan merasa bersalah lagi, ketika saya lagi-lagi harus jadi "pembunuh"
saya ga mau kalau harus kamu.



saya ga kemana. 
kamu ga akan kemana.
kalo jodohnya begitu.

saya kan bertemu orang baru,
kamupun juga
kalau Tuhan berkata bukan jodohnya.

masalahnya, kita kan ga tau ada di jalan apa. di skenari yang mana.

why so serius? mari kita melangkah saja.

kejar mimpi kamu, warnai dunia kamu. saya (mungkin) cuma sekedar mampir kok :)


*cheers*

Minggu, 30 Oktober 2011

L.R

bertemu dan kemudian bercengkrama
saling menatap dan merasa malu
berharap ada satu magnet fisika yang bisa menghapus jarak..

waktu itu hanya mengintip
itu wajar..
kita berharap,
kita manusia.

kita kemudian berdiri, di titik yang sama
kita sempat bergandengan di satu jalan yang sama
memberi pelukan untuk alasan yang sama.
hingga memaksa keadaan

aku berkata : "ada yang salah..."

matamu berkata "kita baik-baik saja"

kamu berontak, dalam hati, keras bergetar.
bertanya mengapa, lantas menyimpan sedikit geram mungkin.
bertanya tentang adil, kemudian sedikit merenung di pojok waktu mungkin...
hingga mungkin ada sedikit janji di hatimu..
dan meminta waktu untuk menyembunyikanmu sejenak

tak apa..


jika kamu mau, tuding saja aku sebagai masalahmu.
itu betul jika harus aku yang salah
agar kamu baik-baik saja
agar kita bisa baik-baik saja..

aku selalu bisa melihatmu di semua sudut waktu
aku bisa melihat bagaimana hatimu berubah fluktuatif
aku bisa melihat, aku melihat, aku melihat, dan aku selalu melihat.
aku selalu tahu.

aku tahu kamu berdiri disana,
limbung...

dear,
beri tanganmu, aku masih bisa menggenggam dijalan yang sama
masih bisa memberi peluk untuk alasan yang sama
tapi kita akan berdiri di titik yang berbeda
dan kali ini tidak memaksakan apapun.

jika bisa,
aku ingin menarikmu sejenak,
mengusap pundakmu, dan bertanya lembut,
"apa kabar hatimu setelah hari itu?"


*tulisan pertama, unuk orang yang berbeda, kamu harus tau :) *

Kamis, 27 Oktober 2011

Un-status

alasan paling masuk akal ketika mereka bertanya "kenapa masih sendiri" adalah karena belum ada alasan yang tepat untuk "berdua"
itu yang ingin saya sampaikan pada postingan kali ini

orang kadang tidak paham. orang kadang menganggap aneh.
tapi,
saya tidak peduli.

kesalahan demi kesalahan yang dilakukan hati saya, seperti tamparan bagi otak.
actually, saya mengutuk mengapa hati selalu punya logika sendiri dan itu tak pernah sejalan dengan pikiran?
How come?
hati dengan mudah mengendalikan otak?

"jadi ini tentang kamu yang sok-sok an anti komitmen Peh?"
"bukan, ini tentang status.."

kadang saya menjalanai hubungan dengan orang, entah itu teman, lawan jenis, demgan lebih tua, dan saya ga paham saya menjalani hubungan macam apa.

teman? bukan. terlalu sederhana
pacar? bukan terlalu jauh
Teman tapi mesra? enggak mesra kok, cuma perhatian
selingkuhan? mungkin, tapi enggak ah
hubungan tanpa status? NO! semua hubungan itu punya statusnya tapi ga ada dalam kamus bahasa Indoensia

pertemanan saya dengan 7 anak komunikasi dinamakan binaling. binaling itu apa? itu status yang kemudian dijadikan nama.
hubungan sama dengan Udjang Fahmi dinamakan racun. Racun itu apa? ya status.
hubungan saya dengan kamu?

status itu un-definited
saya baru tau hubungan itu seperti, setelah dijalani

"wah Peh.. tapi status itu tetep perlu"
" iya perlu, Perlu kalau kamu mau dengan sadar mengikatkan diri pada hak dan kewajiban. secara sadar atau tidak"
"berarti kamu ga perlu status? ntar ga jelas peh hubungannya apa.."
" iya sih. tapi bukan status dulu yang dibentuk. tapi hubungannya dulu yang dibentuk"

bagi saya ya itu...

bentuk dulu hubungannya,
endapkan dulu rasanya,
eratkan dulu chemistrynya,
baru status itu akan terbentuk

dan saya menyukai dengan sangat salah satu percakapan di film 500 day's of summer ini. MUCH :)


McKenzie: So do you have a boyfriend?


Summer: No.

McKenzie: Why not?


Summer: Because I don’t want one.


McKenzie: Come on; I don’t believe that.


Summer: You don’t believe that a woman could enjoy being free and independent?


McKenzie: Are you a lesbian?


Summer: No I’m not a lesbian. I just, don’t feel comfortable being anyone’s girlfriend. I don’t actually feel comfortable being anyone’s anything.


McKenzie: I don’t know what you’re talking about.


Summer: Really?


McKenzie: Nope.


Summer: Ok, let me break it down for you–


McKenzie: Break it down!


Summer: Ok. I, like being on my own. I think relationships are messy and people’s feelings get hurt. Who needs it? We’re young, we live in one of the most beautiful cities in the world; might as well have fun while we can and, save the serious stuff for later.




as simple as that 




-500 day's of summer-

Senin, 04 Juli 2011

"relakan semua.."

selamaaat ulang tahun ipeeeh.. :)
telat ya? gapapa lah, selama masih bisa posting tentang moment setahun hidup ini ya gapapalah...

ada satu hal yang sangat saya pahami di hari ulang tahun saya. lebih saya pahami dari yang sebelum-belumnya. yaitu tentang ikhlas.
IKHLAS.

kadang dalam hidup kita itu dipaksa untuk merelakan sesuatu.
dipaksa untuk melupakan sesuatu
dipaksa untuk memilih salah satu
dipaksa untuk mengambil salah satu
dipaksa untuk melepas sesuatu.

kita dipaksa, tanpa kita punya waktu, tanpa kita punya kesempatan untuk berkompromi.
dan tau-tau, hal itu lenyap, hilang.
kita dipaksa untuk iklas.
jadi ikhlas itu paksaan?

saya, entah dipaksa entah bagaimana merasa kehilangan banyak hal.
secara tengible ataupun intengible saya merasa dipaksa untuk berkata "ya udah lah.."

saya harus merelakan dengan sadar perasaan saya terhadapnya. setelah mati-matian saya galau, setalah bertahun-tahun saya menunggu. saya harus merelakan persaan saya. move dalam hal hati.
bukan cuma susah tapi sakit!
apakah saya ikhlas?

dihari ulang tahun saya, saya harus tabah mengetahui handphone saya diambil orang.
saya juga harus ikhlas?

ketika kita berusaha dan hasil yang didapat tidak seberharga itu
ketika kita berjuang dan hasil yang kita ambil tidak sebagus itu

dan ketika banyak hal yang yang berjalan sangat jauh dari ekspektasi kita.

harus dengan mudah juga diikhlaskan?

jawabannya
iya!

berkompromilah dengan ikhlas.
ketika terpaksa maka itu bukan ikhlas.

ibarat buang air besar,
keluar tanpa perlu ditahan. hilang tanpa ditanyakan kemana. yang tersisa hanya lega.
ya seperti itulah ikhlas.

saya percaya, semakin banyak memberi. maka semakin banyak hal yang kita terima
dan kehilangan sesuatu akan mengantarkan kita pda sesautu yang jauh lebih baik.
dan ahkir dari hubungan adalah awal pertemuan yang baru.

satu pelajaran yang saya pahami betul.
tentang ikhlas.
tentang menerima dan tentang melepas.

susah sih. tapi..
saat sesuatu itu hilang atau tidak bisa dirap lagi. jalan terakhir hanya ikhlas.

kadang memang berkompromi yang paling susah adalah adalah berkompromi dengan rasa ikhlas.
tapi sekali lagi.

iklhaskan saja :)
dan lega akan didapat!
dan berkali-kali Tuhan dengan 'liciknya' mempermainkan saya di tahap ini. selalu saja ada yang digantikan oleh NYA, ketika saya dengan ikhlas berikhlas.
selalu ada skenarionya yang membuat saya berkata "Ya Tuhan, Engkau bercanda"


seperti lagu padi :

"buka mata dan hatimu.. relakan semua..."

Jumat, 06 Mei 2011

saya menyerah

menyerah itu tanda kelemahan.
begitukah?

kalau begitu, sebut saja saya lemah.
karena saya menyerah.
sekali lagi, saya menyerah.
mengapa?
karena enatah bagaimana lagi harus berjuang. kerena entah bagaimana caranya lagi bertahan.
jadi terputuskan. saya menyerah!


hei, rindu itu menggebu..

karena masih tentang rindu.
rindu itu bertuan. seliar-liarnya berkelana, akan selalu kembali padamu.
asal kamu tahu...

sayangnya, baik kata ataupun rasa tak pernah benar-benar kamu tahu..
tak pernah benar-benar sampai padamu...

untuk itu saya menyerah.

seperti kata seorang teman. 'entah benci entah rindu, tapi sudah menjadi candu. kamu..'

kamu dan yang masih yang dulu.

saya menyerah. dan lagu ini mengiringi kepasrahan saya..

"lelahku mencari, penggantimu... penggantimu...
tetap kan kembali... kepadamu.. kepadamu..
kau, tiada yang lain, yang pantas untukku. 
yang seharusnya ku cinta.
bolehkah lagi, ku minta hatimu, kembali seperti dulu?
bayangmu selalu menggelapkan dihatiku..
hingga ku tak mungkin, mengganti yang lain,
selain dirimu...." (dua-kau)


saya menyerah pada Tuhan.
menyerah pada perasaan,
itu selalu kembali. selalu.
saya menyerah, berhenti berjuang.
saya menyayangimu.
:)
© RIWAYAT
Maira Gall