Senin, 21 Mei 2012

Di sini, lupa itu sah!

"tapi sepertinya, melupakan masa lalu adalah hal yang sering dilakukan di Indonesia" -barrack obama-

Apa yang harus kita ucapkan ketika ada orang asing yang masuk ke Indonesia?
"selamat datang di nengara kepulauan"
"selamat datang di negara katulistiwa"
"selamat datang di daerah tropis"
"selamat datang di negara koruptor"
Jika itu terlalu mainstream untuk dikatakan, ganti saja dengan "selamat datang di negara peLUPA




apa saja, dalam bidang apa saja, rasanya Indonesia paling mudah melupakan. Dan jika sudah diingatkanpun, hanya sebatas teringat sesaat dan kemudian seperti angin, berlalu lagi sebelum kemudian burung membawa kabar itu, dan kemudian ingat sebentar, lalu lupa lagi. Begitu seterusnya.
Jika konteksnya manusia saja, pelupa adalah tipe orang yang menyebalkan bagaimana jika negara?

memangnya apa yang sudah Indonesia lupakan?
Saya juga tidak tahu. Bahkan jika pertanyaannya diganti dengan, "apa yang sudah Indonesia ingat?" sajapun, saya masih tidak bisa menjawab.
Ya inilah negara yang bisa mudah melupakan sesuatu dan mengambangkan sesuatu.

Tayangan kick Andy minggu lalu adalah cerminan bahwa Indonesia betul-betul telah menjadi negara dengan hobi melupakan paling besar di dunia. Bagaimana mungkin, seorang yang telah mendesain logo jakarta dan juga telah memperindah Jakarta dengan desain-desainnya kemudian dilupakan. Bahkan diberikan penghargaan saja tidak.
bagiamana mungkin guru yang telah banyak membantu saat jaman orde lama kemudian harus hidup tidak layak. Padahal dimasa itu, dia hampir mengajar seluruh masyarakat Indonesia.
Berapa pensiunan pahlawan yang harus hidup dibawah garis kemiskinan. Padahal, jika tidak ada mereka mungkin saat ini kita masih terjajah.
ATAU simplenya deh. Kita bisa lupa tentang PAK RADEN! astaga..itu karena kita lupa? sengaja melupakan atau apa?
lah, jadi sebenarnya yang kita ingat selama ini apa?

Atau jika saya tanya, bagaimana kabarnya kasus munir?
atau bagaimana kabarnya seorang pelajar asal Indonesia yang mati dibunuh oleh orang malaysia?
bagimana nasibnya para TKI yang dianiyaya?
lupa?
dan berani taruhan, Sukhoipun hanya dalam hitungan sekejap mata juga akan dilupakan.
terbaca sangat skeptis ya tulisan saya kali ini, tapi sungguh betapa kita tak pernah punya daya untuk menyelesaikan masalah hingga selesai.
bahkan untuk sekedar mengingat peran orang-orang di masa lalu saja, rasanya kita begitu tertatihnya.
Lalu apa yang akan kita ingat kedepannya tentang masa kini? apakah kita akan mengingat tentang istilah "alay" "galau" dan semua bahasa trendi itu?

hari ini, tepat di tahun 1998, Indonesia melakukan satu loncatan yang hingga kini manfaatnya begitu terasa. Yakni DEMOKRASI. Saya pribadi di tahun itu masih berumur 7 tahun. Memori saya lemah sekali tentang kejadian itu, tapi kalau saya liat di media, saya bisa menangkap pesan bahwa 21 mei 1998 adalah satu langkah penting bagi Indonesia. Jika tidak, mungkin kita masih ada dalam cengkraman orde baru. Siapa yang tahu kan?


tapi seberapa besar Indonesia mengingat itu?
seberapa besar kita belajar dari kisah masa lalu?
apakah Indonesia betul-betul sudah menutup kisah dan kasus yang terjadi di tahun 1998?
dan mau sampai kapan kita hanya terangguk-angguk melihat media jika sekilas kita diingatkan tentang itu.

Dengan mudahnya Indonesia bisa melupakan orang-orang, kejadian, peristiwa, yang terjadi di masa lalu. Padahal tanpa kejadian masa lalu yang terjadi, saat ini mungkin tidak akan terjadi seperti saat ini.
Jika sudah begini, apakah sama artinya dengan apa yang kita lakukan saat ini akan menjadi angin lalu di masa depan.
apakah nantinya juga tidak ada yang mau mengingat karya generasi saat ini di masa depan?
tidak ada yang mau peduli pada kesalahan yang dilakukan di saat ini untuk perbaikan masa depan?
Bahkan lebih parahnya, mungkin tidak ada yang mau belajar dari yang terjadi saat ini untuk paduan hidup di masa depan.
Dan hanya menyerahkan pada jawaban "ah, saya kurang paham kejadian itu" dan lupa. dan ya sudah.

mau menyalahkan siapa atau apa lagi?
media? karena punya kekuatan untuk mengaggenda settingkan informasi?
pemerintah?
atau apa lagi yang kita cari untuk pelampiasan?
Ah sudahlah kita yang salah. Kita berada pada budaya yang salah.

Mengingat sesuatu itu harus menjadi habbit.
Karena mengingat masa lalu itu sama artinya dengan menghargai masa lalu.
Dan menghargai masa lalu itu sama artinya dengan belajar dari masa lalu.

sesederhana itu saja.

Ironis ya negri ini.
:)

NB : Saya haturkan terimakasih pada seluruh orang yang pernah berkorban dan berkarya untuk Indonesia.

#21
#31harimenulis

Minggu, 20 Mei 2012

exciting 37

Menjadi seorang penyiar itu mimpi semenjak kecil. Kalau boleh jujur, menjadi penyiar adalah jawaban bahwa tidak ada mimpi yang tidak bisa jadi kenyataan.
Saya ingat betul, saat saya berada di bangku SMP dan saat itu saya mengidolakan PRAMBORS dan MADAMA FM makassar. Rasanya hidup saya begitu bahagianya mendengar penyiar-penyiar itu berbicara dan memutarkan lagu. Saking ngefansnya saya, sampe-sampe saya sering melakukan simulasi didepan cermin dengan lagu yang sengaja saya putar dan berpura-pura menjadi penyiar radio handal nan kece.

Mungkin saat saya melakukan itu, ada harap yang ditangkap oleh semesta. Dan siapa sangka, bertahun setelahnya, saya benar-benar ada di callbox lengkap dengan mixer, headphone, log book dan menyandang predikat penyiar.

tapi itu tidak mudah.
Sungguh sangat tidak mudah untuk mewujudkan itu semua.
saya harus jatuh bangun.
mungkin benar kata orang, yang berharga tak akan mudah untuk didapatkan.
Saya harus gagal mengikuti audisi penyiar pelajar di beberapa radio. Bahkan saya sempat ingin menyamarkan identitas agar bisa masuk ke radio dan menjadi penyiar.

Hingga perjuangan saya mengantarkan saya pada radio yang terletak di Jalan Demangan baru no 24.
Radio yang bukan radio ecek-ecek karena kata mama-ayah saya, radio ini adalah radio fave mereka saat kuliah. WOW.

Saya ingat. Hari itu, jogja sedang panas-panasnya dan saya masih mengenakan seragam sekolah lengkap dengan tas dan bau badan matahari. Diantar oleh mama saya, saya akan mendaftar mengikuti audisi DJ Pelajar. Bahkan untuk sekedar mendaftar saja, saya harus salah jalan. Karena saya pikir Unisi berada di jalan pasar kembang dan ternyata sudah pindah. Habislah saya dimarahin mama karena harus putar jalan dari pasar kembang ke Demangan dengan kondisi panas jogja yang ampun ampunan.

Tahap audisi saya lakukan.
Deg-degan sekali rasanya.
hingga kemudian saya terpilih menjadi DJ pelajar dengan 7 orang lainnya.
Jadwal siaran saya saat itu adalah tiap hari Senin!

Tibalah saatnya untuk siaran perdana!
jeng jeng jeng!
mau tau rasanya?
rasanya kayak mau MENIKAH! hahahahaa
saya akan on mic jam 6 sore, dan dari jam 6 pagi, jantung saya mau meloncat keluar. Tiap detik saya ngomong sendiri dan bersikap lebay.
satu jam sebelum siaran, tangan saya dingiiiiiin, kulit saya sawo matang, dan mata saya langsung sayu *eh.
Sebagai DJ pelajar, saya tidak siaran sendiri. Penyiar seniornya bernama BINTANG.
Siaran pertama berjalan sangat lancar. Tambah bahagia, saat semua teman SMA dan keluarga saya langsung mengirimkan pesan singkat yang mengatakan betapa bagusnya siaran saya. Entah lebay atau berbohong, yang jelas saya bahagia membaca semua pujian itu.

itu adalah awal.
perjalanan saya di radio ini tidak mulus. Hingga hari dimana saya diangkat secara resmi menjadi penyiar reguler.
to good to be true sebetulnya :')

hampir semua aktifitas keradioan pernah saya lakukan dan alami.

mulai dari siaran jam 8 pagi, jam 11 siang, jam 2 siang yang merupakan office hours. sensinya siaran didengerin orang sekantor itu kayak main teater diliatin pacar. Siaran jam 11 malam hingga Siaran sahur jam 3 subuh. Bahkan saya sekarang siaran setiap hari jam 5 subuh.
Juga pas saya harus interview artis, mati lampu pas on air, sariawan pas on air, atau saat saya harus patah ati dan itu juga pas on air. hahahha

saya juga harus menerima kritik sana dan sini.
"ipeh, pitch control"
"ipeh suara perut, kamu terlalu cempreng"
"ipeh, kemampuan DJ kamu tingkatin dong"
"ipeh, blaaa..."
"ipeh, blaaa..."
hahahhaa..
as long as itu demi kemajuan saya dan juga unisi, saya akan terus belajar dan menerima semua kritik. Termasuk kritik moody itu, setuju sodara-sodara?

4 tahun sudah saya di Unisi, dan sudah 37 tahun juga radio ini mengudara.
berarti sudah selama itu juga saya berada dibelakang kendali mixer dan mengudarakan suara. What a exciting life, isn't? 
Dan tepat hari ini, tanggal 20 mei radio kesayangan saya ini ulangtahun. Saya percaya bahwa 37 tahun bukan umur dan waktu yang sederhana untuk dilakukan. Pasang surut pasti pernah dialami oleh radio ini, keluar masuk orang baru dan semuanya telah menjadi satu pengalaman juga untuk radio ini. Biar kata banyak yang menyepelakan atau bahkan memuja radio ini, tapi saya selalu yakin pada kemmapuan dari Unisi yang tetap mempunyai pasar dan pendengar sejatinya sendiri.
Kadang saya juga suka merasa geli sendiri jika kita sudah merasa panas membicarakan radio kompetitor. hahahhaa... ya namanya juga battle world ye.

Selamat ulang tahun Unisi. Terimakasih sudah berkenan mengajak saya bergabung dan menjadi keluarga kecil ini.
Sungguh terimaksih telah membuat saya bisa mengucapkan "dari kawasan kolombo jogjakarta, 104, 5 FM unisi the excitng radio, ketemu lagi barengan saya Alifah farhana dan bla bla bla.."

Kata orang, menjadi penyiar harus gaul dan berwawasan. well, bagi saya, karena menjadi penyiarlah saya menjadi berwawasan. Karena saya dipaksa untuk tahu perkembangan, tahu trend, dan membentuk pola musik saya. Menjadi penyiar juga berarti link dan kemampuan. Entah sudah berapa event yang saya MC-kan karena orang-orang tahu saya seorang penyiar. Juga Kemampuan improvisasi saya yang baik saat saya sedang menjadi public speaker dan itu semua karena saya menjadi penyiar dan itu di UNISI.

Betapa sayangnya saya dengan UNISI, apapun kondisinya. Tak pernah saya berfikir untuk pergi atau pindah. Karena inilah tempat saya belajar dan inilah tempat dimana impian masa kecil saya bisa nyata terlihat.

Terimakasih juga untuk intelektual muda yang dengan setia mendengarkan 104.5 unisi radio terlebih mendengarkan saya siaran. Mari kita sama-sama mendoakan agar di usianya yang ke 37, unisi semakin jaya di udara dan semakin matang.

NB : tulisan ini saya dedikasikan untuk semua warga UNISI.
Terimakasih untuk semua penyiar. Maya raditha, yoga satria, zam alfaris, venicia aulia, mega nalasukma, denta aditya, dewa candra, aldi swiss, dimas code, bulan annisa yang telah menjadi teman bekerja yang baik. Guys, tau apa serunya jadi penyiar? bisa KAROKEAN GRATIS. hahahhahaa :D

juga untuk EX penyiar, Anindita maya julungwangi, bintang maulana, nadia syihab, uut kirana, aryn husna, pras, mas edo dan fani andari.

Juga untuk bapak PD rifqy edruss dan seluruh tim menejerial pak cuk, pak yahya, bunda niken, mbak febri, pak bowo, mbak risti (kenapa mbak, dan bukan bu?), pak gio.
Dan seluruh tim OFF air.

Juga untuk julia yang sepertinya ditaksir salah satu diantara kami *eh *ups :)


Selamat Ulang tahun unisi.
:)

#20
#31harimenulis



Sabtu, 19 Mei 2012

hari itu


Saya selalu suka hari dimana kamu tiba-tiba muncul didepan saya.
Dan tersenyum.
Saya selalu suka hari dimana kamu menghampiri saya dan menanyakan bagaimana kabar saya
Saya selalu suka hari dimana nomermu muncul dalam ponsel saya, kemudian memberi ucapan selamat pagi, lengkap dengan titik dua dan kurung tutup.

Saya selalu suka saat kamu mencari kata-kata mengajak saya pergi
Rasanya hari itu akan menjadi hari yang sangat berharga.

Saat kamu berlarian dalam hari-hari saya tanpa bisa saya tebak. Saya selalu suka.
Di hari itu…

Saat kamu ada.
Dan hari ini, saya kembali mengingat hari itu.
Tak apa, saya suka mengingat hari itu.


#19
#31harimenulis

Jumat, 18 Mei 2012

Sebatas mengenang

"masih selalu ada cerita lama dan tawa. Masih tersimpan juga sedih saat kau tak ada. Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua" -monita-

Entah apa yang membuat tangan saya begitu isengnya mengklik sebuah blog. Tangan saya tak berhenti untuk menscrolling ke bawah dan terus ke bawah hingga memaksa saya harus membaca beberapa posting. Dan juga menyeret saya pada perasaan sesak yang entah apa. Ini masih terlalu pagi padahal.

Bukan karena saya kehabisan tema untuk ditulis dalam 31 hari menulis tapi ketidaksengajaan situasi pagi ini membuat saya ingin mengenang sesuatu dan membuat saya ingin menulis ini.

Sungguh, bukan karena saya ingin kembali mengingat kamu dan semua hal yang pernah ada diantara kita.
juga bukan karena saya masih berada pada posisi yang sama saat bertahun-tahun lalu saat kita masih sama-sama gamang dengan perasaan masing-masing.
Juga bukan karena saya masih berharap. Bukan. Saya tegaskan bukan.
Tapi, jika harus kamu tau, saya akan mengakui bahwa penyesalan terbesar dalam hidup saya memang selalu tentang kamu.

Rasanya semua posting dan kemampuan kata-kata romantis dan galau yang pernah saya tulis akan selalu bercerita tentang kamu.
dan ketika saya mengahalalkan tangisan untuk lelaki dan itu juga untuk kamu.


Waktu yang berlari itu rasanya merekam semua kejadian demi kejadian yang pernah terjadi.
Setelah waktu berlalu pun saya tidak akan lupa.
Dan bagaimana juga saya bisa lupa, terakhir saya mencoba melupakan yang terjadi malah ingatan yang justru semakin kuat. Sehingga saya biarkan saja itu mengendap dan dengan sendirinya akan terlupa karena terabaikan.
Dan benar, itu jauh lebih baik. Karena kini saya bisa mengenang dengan baik tentang kamu.

Bukan untuk menggrusuk masuk lagi ke hidupmu. Percayalah itu terlalu lelah untuk saya lakukan lagi. Terlebih, kamu memang mempunyai dia disana. Dan perasaan memang tidak bisa di awetkan, jadi memang tak akan sama lagi rasanya.

Jika perasaan tidak bisa diawetkan, tapi ingatan bisa di awetkan.
untuk ittu, biarkan sejenak saya mengingat semua hal.
biarkan saya mengingat saat kamu mengajak saya menonton teater, kalau tidak salah itu kali pertama saya mau diajak pergi. Dan semenjak itu TBY tak pernah lagi sama, asosiasi TBY selalu tentang kamu.
Atau ketika kamu menunggu saya di sekolah dengan harapan saat itu saya mau pulang bersama. Hahaha..
dan ketika perjalanan jalan magelang itu.

Pagi ini tentang kamu. Saya mau mengenang sejenak. sejenak saja.
Karna orang bijak mengatakan, mereka yang memaafkan tetapi tidak melupakan adalah orang yang bijak.

Setelah sejauh ini waktu mengantarkan saya, ternyata saya bisa juga tersenyum untuk mengingat semua kisah yang pernah ada. Dan ya kita bisa berjalan sendiri-sendiri dengan sesekali mengunjungi kenangan tentang masa lalu. Seperti kado :)





NB : Untuk kenangan random yang datang pagi ini. Untuk lelaki di ibukota sana. Selamat pagi.

#18
#31harimenulis

Kamis, 17 Mei 2012

Anak ngeyel

Cerita berawal dari rengekan anak usia 8 tahunan yang kala itu tengah menagih janji ibunya untuk mengajaknya berenang.
Seorang anak yang tak pernah akrab dengan aktifitas luar ruangan sehingga menjadikannya tak bisa dan tak paham bagaimana menaklukan alam.
Fisik saat kecilnya yang memang lemah menjadikan dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan buku dan televisi.

Hingga suatu ketika, si Ibu berjanji pada si anak yang apabila dia berhasil menjadi jawara kelas, akan dibawa untuk pergi berenang. Janji gambling yang entah sengaja atau tidak diucapkan oleh si Ibu karena si Ibu tau, itulah aktifitas yang sangat didambakan si anak. Walaupun dengan resiko, si anak pasti akan sakit setelah itu.

Hari yang dimaksudpun tiba. Si anak benar-benar mendapat jawara kelas, dan menagih janji si Ibu.
tapi, di hari itu, alam sedang tidak ramah. Awan sedang bergerombol dan membuat cuaca hari itu sangat mendung. Si Ibu pun melakukan negosiasi dengan si Anak untuk menggantinya dengan kegiatan lain.
Tapi janji adalah hutang, begitu pikir si anak.
dan si Ibu pun harus mengiyakan.
Karena tidak mempunyai baju renang, si Ibu itupun mengajak si anak untuk membeli baju renang. Kala itu, Matahari Departement store masih menjadi pilihan. Saat membayar di kasir. Ada satu percakapan cukup aneh yang terjadi

Kasir : "mau berenang ya Bu?"
Ibu : "iya mbak"
Kasir : "wah, ini hari jawa yang pamali kalo main air loh Bu"
Ibu : "oh ya"
Kasir : "iya, main yang lain aja" (sambil melirik si Anak dengan tatapan manis yang dibalas dengan tatapan sinis oleh si anak"

karena merasa kalah berdebat dengan si Anak, akhirnya si Ibupun mengalah untuk membiarkan anaknya berenang.

dan apesnya, saat itu tidak ada satupun kolam renang yang buka. Karena hari itu hari libur memang.
dan pilihan si Ibu adalah jatuh pada salah satu hotel multinasional, tempat si Ibu ini mempunyai member.

Dengan kesabaran dan kelembutan hatinya, si Ibu ini tetap mendampingi si Anak untuk berenang.

Tapi lagi-lagi, si Anak tidak mendapatkan keberuntungannya. Di hotel itu, tidak ada kolam renang yang dikhususkan untuk anak-anak. Dari banyaknya kolam renang yang ada, semuanya merupakan kolam renang dewasa dengan kedalaman 3 sampai 5 meter.

Si anak tidak kehilangan akal, dia tetap menyusuri lingkungan hotel itu dan kemudian dia menemukan satu kolam renang yang mempunyai bibir kolam dengan kedalaman yang dangkal.
Tanpa banyak fikir, si Anak itu langsung bermain di kolam itu.
karena sore semakin mendung, si Ibu pun meminta si Anak untuk naik. Tapi si anak belum puas dan masih bermain air di kolam renang.
si anak begitu ngeyel!

Si ibupun menyerah dan memberikan anak itu waktu 15 menit.

di kolam yang sama dengan si anak itu bermain, ada 3 orang yang sedang melakukan pernafasan dalam air.
dan di kolam itu juga, ada sebuah tangga peralihan anatara kolam cetek dan kolam dalam.
Si anak ini benar-benar memiliki rasa pengetahuan yang tinggi juga rasa petualangan yang tinggi. Sebelum dia mengakhiri permainan kolamnya, dia ingin bermain di tangga itu. Padahal dia tau, dia tidak bisa berenang.

perlahan, serambi dia memegang tangga, dia turun perlahan.
tapi NAAS.
tangga terakhir yang hendak dia pijak ternyata hanya fana.
Dia merasa masih ada satu tangga lagi, tapi ternyata tidak.


si anak itu jatuh dan tenggelam.
setelah mengucapkan tiga kali kata "tolong" si anak tidak sadarkan diri.


***

Saat terbangun, si anak telah berada ICU rumah sakit swasta dengan TIGA selang di tubuhnya.
Selang infus, selang oksigen, dan selang dari hidung yang langsung masuk ke lambung untuk mengeluarkan air.
Tak hanya itu, si anak harus membayar ke-ngeyelan-nya dengan melihat tampang si Ibu yang begitu sangat pucat dengan mata sembab.
***

Setelah kejadian itu, si anak harus menanggung malu dengan pembuluh darah mata yang pecah. Sehingga matanya hanya terdapat dua warna, hitam dan merah.
Dan hingga dewasa si Anak harus mengalami traumatis tentang air dan bau kaporit.

Demi apapun juga, si Anak menyesal karena telah mengabaikan seluruh peringatan ibunya. 
Ada janji yang terbesit dalam hati si anak, bahwa apapun yang terjadi dalam hidupnya nanti. Dia akan mendengarkan dengan seksama semua hal yang dinasihati oleh ibunya. Sekecil dan sesepele apapun peringatan dan nasihat si Ibu.
karena si anak itu yakin, doa dan percakapan seorang ibu adalah perpanjangan tangan Tuhan.
***
Dan, si Anak itu adalah saya!

NB : tulisan ini saya dedikasikan untuk semua orang yang masih merasa mengabaikan peringatan seorang ibu.

#17
#31harimenulis


Rabu, 16 Mei 2012

random

Dengan daster bunga orange, saya menatap cermin.
melihat pantulan diri dan berkata "oh ipeh, jangan terlalu lama bercermin. Kamu sampai lupa menulis untuk 31 hari menulis"

dan jadilah saya di depan leptop. Dengan wajah kelelahan dan berkali-kali harus melakukan aktifitas ketik-hapus-ketik-hapus. Banyak cerita sebetulnya, tapi energi saya tersedot hari ini.
yakinlah itu mempengaruhi kemampuan merangkai kata dan berfikir.

Maafkanlah saya bang wiro. Post kali ini sungguh tak bermakna dan sangat random. 
saya tak sangup melanjutkan...
biarkan saya tertidur.
Post esok hari yakinlah akan lebih berkualitas. 

Selasa, 15 Mei 2012

Hari Bersama Edith

"masa lalu itu ada, nyata, dan bukan untuk disesali" -edith-

di suatu waktu, saat saya merasa sangat galau dengan kegiatan asmara, saya sempat bertanya dengan seorang teman saya yang merupakan mahasiswi psikologi UGM bernama edith.

begini kira-kira percakapan kami

saya   : "edith, kenapa kok aku rasanya fobia komitmen banget ya?"
Edith  : "kok bisa mbak?" (padahal sebenernya, edith ini lebih tua dari saya loh..)
Saya   : "ga tau dith, aku tuh malah negerasa ga nyaman ada di sebuah hubungan"
Edith  : "kok bisa mbak? padahal kalau perempuan itu, baiasnya lebih banyak minta kepastian hubungan loh"

lantas dia diam dan berkata
"pasti ada hubungannya sama masa lalu mbak ipeh deh"

dan ya jadilah saya bercerita panjang lebar tentang masa lalu saya.

uniknya, saat saya sudah selesai bercerita, edith belum bisa menjawab pertanyaan saya tentang "saya ini kenapa". Menurut dia, cerita saya ini belum lengkap. Awalnya saya bingung, karena menurut saya, saya sudah menceritakan secara lengkap apa yang ingin saya ceritakan.
Edith berkata "mbak, kayaknya masih ada mbak tutupin deh. Ya terserah sih mbak, apa mbak mau cerita apa enggak. Tapi. kalau kayak gini aku jadi ga tau akar masalahnya"
Dan dengan kemampuannya yang entah bagaimana, Edith bisa memaksa saya untuk bercerita.
Dan ternyata benar, saya menyembunyikan satu part dari masa lalu. Dan setelah saya ceritakan, Edith langsung bisa menganalisis ada apa dengan saya.

Akar masalah saya terletak di masa lalu.
Selama ini ternyata saya tidak berdamai dengan masa lalu.

***

Berbicara dengan Edith di hari itu membuat saya paham tentang pentingnya memaafkan masa lalu. Edith menyadarkan saya tentang pentingnya berdamai dengan masa lalu. Edith memberitahu, bahwa apa yang kita dapatkan di masa depan adalah apa yang kita simpan dimasa lalu. 
Kadang sulit memang bagi kita berdamai dengan masa lalu. Karena kita fikir, hal itu tidak cukup baik untuk dimaafkan atau untuk dikenang. Sebagian orang mungkin juga mungkin merasa telah memaafkan masa lalu, tapi ternyata tidak cukup berbesar hati untuk berdamai dan menerima masa lalu itu dengan baik. 

Seperti saya yang berusaha menghapus beberapa bagian dari masa lalu saya dan berharap itu tidak terjadi. Satu luka yang membuat saya menyalahkan keadaan dan semua orang yang berada dalam lingkungan itu. Ternyata selama ini saya tidak berdamai dengan itu semua. Dan itu menyiksa ternyata.

Benar kata Edith bahwa menerima dan berdamai dengan masa lalu itu adalah cara menjalani masa depan dengan baik. 
Hidup dengan menyeret masa lalu adalah bukan alternatif hidup yang menyenangkan. Dan saya tak lagi mau menjalani hidup dengan berkutat dengan masa lalu.

hari bersama Edith membuka mata dan hati saya untuk berdamai dengan masa lalu saya.
saat inilah saya perlu untuk menyapa masa lalu dan berdamai seutuhnya. Saya menerima dengan ikhlas semua bagian masa lalu saya sebagai sesuatu yang akan saya pelajari selamanya. Tapi saya berjanji untuk tidak lagi mengkambinghitamkan masa lalu untuk semua hal yang terjadi di masa kini.



NB : tulisan ini saya persembahkan untuk Edith. Semoga cepat lulus ya :)

#15
#31harimenulis

© RIWAYAT
Maira Gall