Rabu, 19 September 2012

Liburan dalam "liburan"


Karna program KKN hampir 80% selesai kami lakukan. Hari ini kami memutuskan untuk pergi berlibur ke sebuah daerah bernama woroboy. Spanyel dan kak kris hanya memberi clue bahwa tempat itu adalah tempat yang indah. Dan benar adanya, woroboy adalah tempat yang indah sekaligus full of mistis. 

Perjalanan kami mulai di pagi hari dengan menggunakan long boat.

Siap berpetualang. Yeay!


long boat itu kendaraan mahsyur di Papua :)



perjalanan selama sekitar satu jam, dan akhirnya kami sampai juga di woroboy. Betul adanya, tempatnya bagus sekali. Airnya jernih dan pemandangannya menakjubkan. Dulu saya terkagum-kagum dengan Yensey, tapi ternyata woroboy lebih bagus dari Yensei.

kami harus menerobos hutan dulu untuk tiba ke sini :

disana kami berenang.
wait, berenang? hahaha.. terimakasih pada seluruh alam, saya yang trauma akan air dan pernah mempunyai pengalaman tak menyenangkan dengan berenang ini akhirnya berani untuk berenang dan bermain air. Dengan menggunakan life jacket saya berenang ke sana ke mari. Berkat troll dari mas yoyo juga nih, akhirnya saya berani menggerakan badan saya di air. Ternyata melawan rasa takut itu menyenangkan juga ya :)
ah..

selesai dan puas kami berenang, kami kembali menelusuri jalan dan menemukan view yang lebih bagus lagi. 

seperti foto untuk serial televisi deh..
saya takjub melihat proses penangkapan udang
ini dengan kakak kris. kakak paling ganteng se YAKATI! :D

kami terus berjalan dan berjalan. Bermain dan bermain. Semua luka agas yang tersisa di kulit kami celupkan pada air dan berharap hilang :p

foto dulu sebelum pulang

Jujur, saya bukan anak petualang yang bisa menghadapi medan apapun, jadi saya agak rempong selama perjalanan. Tapi saya juga bukan anak manja yang tidak bisa menghandle perjalanan. Ya walaupun terseok-seok di dalam hutan saat perjalanan pulang, saya cukup menikmati. 
Mungkin rejeki kami mendapatkan hujan deras saat perjalanan pulang. Dan itu menjadi perjalanan paling menantang. Sekujur tubuh basah kuyup dan kaki sudah terkena lumpur dan tanaman entah apa namanya yang membuat kaki luka-luka

ini hutan
ini pemandangan

Ya. waktu bermain kamipun habis. Kembali ke Yakati dan kembali pada KKN. Sepanjang perjalanan, saya hanya tertidur pulas. Bangun-bangun, saya sudah dekat dengan dermaga Yakati.

Liburan telah usai :(
dan air sudah surut :(


YAKATI,  Agustus 2012

Minggu, 02 September 2012

Katanya pemda...


Katanya pemda akan datang. Begitu berita yang dibawa Sinema beberapa waktu yang lalu. Pemda akan datang terkait dengan program kami juga karena akan mengecek program ABRI masuk desa. Katanya pemda akan datang di tanggal 3. Tapi hingga hari ini tanggal 5, pemda tak menampakan diri. Saya sendiri sih tidak peduli, pemda mau datang kah, tidak kah, terserah! Anak-anak kelompok KKN juga menurut saya tidak ambil pusing dengan kedatangan pemda ini. Tapi bagaimana dengan masyarakat yang ada di yakati? bagaimana dengan perasaan mereka? Mereka yang telah berharap sekali akan hadirnya pemda. Mereka telah berbuat ini dan itu, dijanjikan akan datang, dan bagaimana kecewanya mereka ketika pemda tak kunjung juga datang?
Malah yang kemudian datang dan membuat rencana ngabuburit di dermaga batal adalah kehadiran bu umi dan tim PSKK yang tetiba datang di yakati dengan membawa serta pak saiful (bapaka pemerintahan yang saya juga tak tahu jabatannya apa, tapi mempunyai pencitraan yang baik). Tapi setidaknya, kehadiran mereka memberikan sedikit “angina sejuk yang palsu” bagi masyarakat disini.

Dear pemerintah daerah,
Kalian harus tau betapa kami semua menyiapkan tanggal 3 dengan sangat maksimal. Mulai dari menyiapkan tempat, rapat hingga dini hari (padahal bagi kami yang KKN, kami harus sahur pula) untuk menyiapkan apa yang disampaikan juga apa yang akan diresmikan.

Dear pemerintah daerah,
Mengapa gemar sekali bersikap begitu seenaknya?
Padahal harapan masyarakat terlampau besar akan kehadiran kalian. Masyarakat ingin adanya perubahan di desa ini. masyarakat ingin pemimpinnya datang. Apakah salah jika masyarakat desa ini meminta perubahan dan dukungan dari pemerintahnya sendiri? apakah salah jika masyarakatnya menuntut apa yang dulu pernah dijanjikan oleh kalian sendiri? sebegitu sulitkah permintaan mereka untuk tatap muka dan berbincang untuk kemajuan kampung ini dilakukan oleh kalian wahai Pemda?
Bahkan sesederhana, untuk menepati janj, apakah itu begitu sulit dilakukan?

Dear pemerintah daerah,
Tahukah betapa besara harapan pemuda dan bapak disini yang ingin diresmikan organisasi kampungnya yang telah kami bantu untuk mendirikan? Mereka butuh dukungan!
Betapa organisasi itu yang akan membantu kemajuan kampung ini, tapi apa yang kemudian mereka dapat?
Bahkan setelah anak-anak SD berlatih bernyanyi, da nada pula yang berlatih pidatom ibu-ibu sibuk menyiapkan masakan dan bunga. Juga atrakasi penyambutan, ini dan itu tapi tak ada yang serius dan niat datang ke sini.
Kalian yang berjanji padahal!





Dear pemerintah daerah,
Mama disini seharian di tanggal 3 kemarin telah menyiapkan aneka kudapan hasil olahan dan juga siap melakuakn demo kesenhatan. Mereka rela meninggalakan kegiatan menokok sagu demi kedatangan kalian. Begitu juga dengan anak sekolah disini yang sudah berlatih menyanyikan lagu daerah dan pembacaan puisi untuk penyambutan. Juga pemuda disini yang telah membuat hiburan suling dari sepanjang dermaga untuk menyambut. Ruang pertemuan dan rundown acara telah kami siapkan untuk kalian. tapi apa? 2 hari sudah dan kami tak mendapkan kepastian.

Dear pemerintah daerah,
Satu yang selalu saya yakini dalam hidup. Tanpa adanya hal kecil maka hal yang besar tak akan bisa diraih.  Bahkan hal kecil seperti menepati janji saja sudah begitu berat dilaksanakan, bagaimana dengan hal besar nanti?

saya pribadi sih peduli setan akan pemda, tapi dengan ini jelas saya benci dengan pemerintahan. sukanya kok PHP (Pemberi Harapan Palsu)

yakati, 5 agustus 2012

OPOR ayam ala saya (akuisisi)


“perempuan yang tidak bisa masak itu, bisa dipoligami..” uda uki

            Selama KKN ini, kami mempunyai jadwal masak yang agak absurd pembagiannya. Saya sendiri punya piket masak tiga kali dalam seminggu. Hari sabtu sore, minggu pagi, dan rabu pagi. Di hari rabu pagi, saya piket masak bersama mbak fitri dan dedy begitu juga di minggu pagi. Dan di sabtu sore, saya memasak dengan ozi dan faizal. Selalu saja da kejadian lucu, unik, menggemaskan, spektakuler, dan bombastis selama saya memasak.
            Masak pertama saya adalah mie dengan bumbu acakadut. Hahahaha..
Jadi resepnya adalah bawang merah dan putih yang diulek lalu kami memasukan mie. Tapi eh tapi, airnya kebanyakan. Dan ini menyebabkan rasa masakannya menjadi luar biasa aneh. Saya rasa sih, 7 anak lainnya pengen mencela masakan kami bertiga. Tapi karena anak-anak tau saya sudah berusaha sekuat jiwa raga, jadi mereka berkomentar yang menyenangkan hati saya “waah.. seger banget nih mienya..” MWAHAHAHAHA.. sepik sekali kan mereka?
            Belum lagi ketika kami harus mengolah ikan dan memasak dengan kayu bakar, saat itu saya, faizal, dan ozi yang kebagian pertama masak dengan kayu bakar. Huah, rempongnya setengah idup men. Asapnya itu kesegala penjuru mata angina lah pokoknya. Air mata keluar dan ya gitulah. Karena kami masak di luar jadi kami harus berkonsetrasi antara, ngipasin kayu, matanya pedih kena asap, mengusir ayam, anjing yang berkeliaran, dan pada masakannya. Tapi seru loh. Asli! :D
            Pokoknya kalau saya piket masak dengan faizal dan ozi, kami selalu masak dengan dua cara. Pertama, tanpa bantuan siapapun sehingga masakan akan seala kadarnya, dan kadarnya itu aneh. Dan yang kedua adalah masak secara featruring. Oh yeah beybeh, ada mas yoyo dan mbak fitri yang sering featuring dengan kami. Tapi beda halnya jika saya piket masak dengan mbak fitri, jika dengan mbak fitri, maka mbak fitri yang akan ambil komando, saya akan jadi tukan aduk, tukang potong, tukang ngulek, dan tukang nanya! Aiih kocak sekali. Sementara dedi? Ah dia mah.. don’t say~ kemana-mana. Kalau ditanya “woy, piket masak lo ded…” jawabannya gini “Aku ngajar peh, ini lebih penting. Kemajuan anak papua di tangan aku…” beklah…. Hahaha

pernah suatu ketika, kita dikasih ikan sebanyak ini sama mama desa yang jadi tetangga kita. makasih ma :')


Dan hari ini adalah hari terakhir piket masak saya dengan faizal dan ozi. Dan you know what saya bisa membuat opor kari yang lezaaaat, ah ya tapi masih kurang asin sih :p.
Saya akan cerita dulu kronologisnya. Keberadaan kami di PAPUA, membuat kami tak bsia merasakan beberapa kuliner lezat khas puasa. Seperti es batu ataupun ayam. Kami rindu sekali dengan ayam, rasanya kalau liat ayam berkeliaran di sekeliling kami, kami punya hasrat ingin menangkap dan menyembelihnya. Walaupun sebenernya, warga baik sekali, sering memebrikan kami ikan Sembilan ataupun udang. Tapi tetap saja, keinginan kami untuk menyantap ayam semakin menjadi. Jujur, saya memang kangen makan ayam. Tapi saya lebih ingin menahan dan membuat ayam itu special dengan memakannya sesampainya di Bintuni. Tapi beberapa anak kayaknya memang sudah ngidam kesumat dengan ayam, sehingga kamipun memutuskan untuk membeli ayam milik tetangga.
Ide nekat ini juga kami dapatkan setelah kami mendengar cerita anak Yensei yang juga membeli ayam tetangga untuk menyalurkan hasrat ingin makan ayam. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Kami tidak membeli ayam, justru dikasih tetangga. YEAAAH!
Hari itu, hari sabtu dan jadwal masak saya, dan anak-anak ingin makan ayam.

“aduh… masa pas aku piket sih masaknya?”

 sebelum itu, ayam hidup itu tentu saja harus dipotong dengan syariat islam. Untup pertama kalinya saya melihat penyembelihan ayam lengkap dengan caranya dikuliti. Tepuk tangan kepada fauzan, faizal, dan mas yoyo yang sudah membuat ayam berkokok itu menjadi potongan ayam siap masak. Sungguh luar biasa KKN saya.
dan kegalauan saya akan masak ayam terjawab setelah mas yoyo bersedia membantu. Tapi saya ingin menjadi wanita seutuhnya dengan bisa memasak. Maka mas yoyo hanya memberitahu saja bahannya, dan yang mengerjakan adalah saya. jadilah saya mengulek dan memasak ayam itu. Penuh keraguan awalnya, tapi karena saya, faizal, dan ozi ini orang cuek jadi ya udah, asal cemplung aja, dengan diberi doa.

1. bawa ayamnya
2. hadapkan kiblat dan potong

3. ayamnya mati
4. kuliti dan potong-potong

saya cukup mendoakan
ini dia hasilnya, tinggal dimasak

Menu makan kami hari itu adalah opor kari ayam dan terong. Terong adalah makanan yang tidak saya suka, dan HARI INI saja jadi suka terong. Ajaib ya? KKN ini bisa membuat saya yang tadinya tidak pernah menyentuh terong menjadi suka terong.
Oke, kembali lagi di di masak opor. Setelah memasukan ini itu dan insting masak yang kuat, TARAAAA jadilah opor kari ayam ala alifah farhana, faizal, dan ozi. Yuhuuu, saya bahagia loh, jujur ga bohong. Keberhasilan saya masak ini harusnya diumumkan melalui TOA milik papa musik dan juga diumumkan di gereja. Sungguh semua orang harus tau.

Sore hari ini, keinginan berbuka puasa di balai desa kembali tidak terlaksana. Karena tiba-tiba kami mendapatkan tamu. Kami kedatangan bu Umi dan tim dari PSKK juga pak syaiful perwakilan pemda. Waw. Setelah 2 hari kami menunggu pemda yang tak jadi datang, justru kami kedatangan bu umi dan “gengnya”. Mereka berbuka puasa bersama dan memakan masakan saya.

(guys, you have to know, aku grogi loh pas kalian makan)
            Aih, hari yang random sekali. Dua harian ini kami menunggu pemda, dan akhirnya kami malah menyembelih ayam dan memasaknya.

Enyway  saya bisa masak, so.. saya tidak bisa dipoligami. Hehehe

 Yakati,  4 Agustus 2012

Pastori



"lebih baik disini... rumah kita sendiri.."

Kami tinggal di pastori. Rumah pendeta yang rumahnya terbuat dari kayu. Full of kayu. Di hari kedua kedatangan kami, kami langsung menghias dan menata rumah dengan teramat baik dan apik hingga tercipta rumah yang nyaman dihuni untuk 10 orang selama sebulan lebih ini. Ada dua kamar untuk kami tidur, dan satu kamar untuk ruang “danlainlain”, ya ruangan untuk menyimpan mulai dari bahan makanan, pakaian semi kering, peralatan program dan alat mandi dan cuci kami semua. Lalu ada pula ruang serba guna yang letaknya di tengah. Sangat serba guna, jika siang digunakan untuk beraneka macam pertemuan, muali mengadakan kelompok belajar untuk anak, rapat di pagi hari, makan bersama, bercengkaram santai, sholat tarawaih, sholat subuh berjamaah hingga menyambut warga yang hilir mudik datang tak kunjung berhenti. Ruangan yang tidak begitu luas, tapi sungguh multifunsgi dan sangat nyaman. Terdapat dua meja. satu besar dan kecil. Yang besar adalah meja kerja kami dan meja laporan sementara meja kecil untuk menyimpan barang-barang yang biasa kami bawa. Terdapat 4 jendela sehingga ventilasi dan penerangan lancer jaya sekali. Kemuadian, dibelakang yang dibatasi pintu, terdapat ruang makan sekaligus dapur. Kami menggunakan kompor minyak (yang itu juga kami hemat penggunaannya) untuk memasak ditambah dengan satu meja makan multifungsi. Dibelakangnya lagi ada sebuah kamar mandi yang bersih. tempat kami biasa antri membuang yang harus dibuang. Dan kami ada dapur outdoor yang ditutupi tenda, disana kami masak dengan menggunakan kayu bakar. Letakanya yang diluar dan ditutupi matras jadi jikapun hujan tidak masalah.
Di teras terdapat dua buah kursi yang jika malam bisa langsung menatap langit yang penuh dengan bintang juga view pegunungan. Sungguh pastori yang menyenangkan.
Pastori kkn :)

ini tampak depan. anak-anak sering sekali main kesini
ini kamar lelaki
ini kamar wanita
ini ruang serbaguna kami tercinta. Dibelakangnya dapur

ini tampak depan


nah ini dia. Tempat "barang siapa-barang siapa" dijemur


ini tempat kami selama 5 minggu 

ada satu perasaan kacau yang menyeruak. Ingin keluar namun tertahan. Ada rasa ingin tahu yang bersembunyi malu-malu. Siapa lagi kini yang bisa mendengar? siapa lagi kini yang bisa merasa?
ah, tapi sepertinya ini bersumber dari ketidakmampuan saya untuk bertanya "kamu, apa kabar?"
sesederhana itu saja.. kekesalan ini bersumber. Rindu yang tak tahu malu.




pasang anting


            Dimanapun kita berada, terlebih di daerah pelosok, tentunya akan ada acara tradisional. Kali ini terdapat upacara adat yang cukup unik. Upacara adat yang secara langsung kami lihat dan juga yang terdapat di yakati adalah upacara pasang anting. Upacara ini ditujukan untik mereka yang berjenis kelamin perempuan, dan memasuki usia balita. Tujuannya untuk membuat lubang anting pada telinga si wanita.
Acaranya cukup seru, dimulai dari siang hari. Masyarakat mulai membawa bingkisan seperti piring, beras, dan juga beberapa seserahan untuk keluarga yang mengadakan upacara pasang anting. Kebetulan yang mengadakan upacara ini adalah bapak kepala suku, jadi merupakan keluarga yang terpercaya sekaligus juga kaya raya.

ini persiapannya. Ini piring yang akan diserahkan


setiap warga bawa satu gitu. 


rame banget emang




ini tempatnya, semuanya kumpul disini. dan upacara akan dimulai

telinganya dimasukan benang gitu



ya, ini dia. Benang, jarum, dan anting



Beberapa dari kami, seperti faizal, dedi, dan uda sudah lebih dulu bertanya pada papa-papa tentang upacara ini. dan kemudian saya dan fitri mengikuti jalannya arak-arakan. Kami mengikuti upacara dari awal dan ikut berjalan beriringan ke rumah kepala suku. Sampai disana, para masyarakat yang membawa bingkisan baris sambil berjoget. kemudian dari depan, keluarlah anak berumur 3 tahun yang langsung didudukan di atas sebuah nampan dan karung yang berisi beras. Upacarapun dimulai, telinga si anak dimasuki jarum yang telah ada benangnya. Telinga bagian bawah untuk tempat anting-anting milik si anak itu dimasukan jarum itu. Ya prosesnya sama seperti menjahit baju begitu. ouch..kebayang deh saya sakitnya kayak apa. Semoga saja itu steril ya J
Ketika dimasukan, si anak tentu saja menangis meraung-raung. Tapi ya sudah, hanya itu saja. singkat sekali upacaranya.Esesnsinya ya hanya memasukan benang ke telinganya untuk membuat lobang, jadi memang sebentar. Yang lama itu… SYUKURANNYA! Owkyeh beybeh, here we go, lets dance togather…





semuanya kumpul disini. Guyub deh






Setelah itu selesai, sesembahan yang telah dibawa warga tadi diserahkan kepada tuan rumah. dan pestapun dimulai. Kudapan mulai keluar. Hanya 3 macam sih, ada donat, gorengan roti, dan kripik pisang, dengan minuman teh dan kopi.
Karena hari itu saya kebetulan sedang haid, maka hasrat kuliner sayapun tersampaikan. Saya mencoba semua makanan itu walaupun hanya segigit-segigit. hahaha.. ya lumanyanlah..
Setalah mencoba donat dingin dan kali juga roti isi mie dan keripik pisang yang rasanya sungguh tawar :p saya ikut bejoged dengan masyarakat. Untung hari masih siang jadi energi joget saya masih besar. Lagipula di papua ini joget juga hanya berputar-putar tanpa gerakan khas. Jadi ya lets rock the party saja lah ya…

Tapi acara belum selesai, malamnya acara masih akan berlanjut. Ya acara joget-joget khas papua itu. Tapi dimalam hari dan yang akhirnya ikut hanya yang lelaki kami saja, para gadis termasuk saya tidur lelap di pastori. Dan seperti adat pada biasanya, rokok dan miras adalah dua hal yang tidak bisa hilang dari perayaan papua. Tidak itu mama, papa, anak muda, hingga anak-anak akan banyak mengkonsumsi itu. Entahlah, semacam pembodohan masal, tapi karena itu budaya dan kamipun bukan masayarakat asli, dan hanya hanya berKKN, ya kami tdiak bisa merubah sampai ke tahap perilaku. Jadi ya cukup dijadikan pengalaman saja deh..




Yakati,  Agustus 2012
© RIWAYAT
Maira Gall