Rabu, 07 Oktober 2015

Kisah

"Nanti malam kan dia jerat rembulan, disimpan dalam sepi hingga esok hari..."
(Pandai besi & ERK)


Ini kisah tentang seorang lelaki yang membawa sepiring keceriaan dan segelas kenestapaan pada seorang perempuan. Dengan malu-malu namun sedikit lancang, ia masuki kehidupan si perempuan. Sekuat tenaga mendobrak semua pertahanan. Ia bahkan tak ambil pusing sekalipun hatinya masih retak dan berceceran. Bahkan ia sepenuhnya sadar akan semua ketidakmungkinan. Namun entah apa yang ada di hati dan otaknya, hingga ia memutuskan untuk mengabaikan. Walupun sebenaranya ia juga ragu, mengapa ia harus bertahan. 

Ini kisah tentang seorang wanita yang rumit hatinya. Entah berapa banyak ia terima paketan keceriaan dan kenestapaan yang tak pernah sekalipun berhasil memikatnya. Entah karena ia pernah terluka, atau memang para pangeran itu belum benar-benar mampu menyetuhnya. Lalu, bertemulah si wanita ini dengan si lelaki, dan gelisahlah ia dibuatnya. Si wanita tau akan jalanan berliku dan panjang yang ada di hadapannya. Namun entah angin apa, atau dewa mana, sehingga ia mau melangkahlah kakinya, pada suatu jalan, yang tidak pernah ia tau, kemana muaranya.

Lalu begitulah mereka memulai.

Diam dan dalam.



"Menyisakan duri, perih, dan sunyi"

Tidak ada komentar

© RIWAYAT
Maira Gall