Selasa, 26 November 2013

Ijin

"Apakah kita akan bahagia?"

"Apakah kamu menginjinkan aku?"

"Iya"

"Kalau begitu kita akan bahagia"

"kalau ternyata tidak?"

"Apakah kamu mengijinkan aku?"

"Iya"

"Maka percaya saja"

"Iya"

Kalau sudah kamu, maka aku tidak membawa lagi hati. Kutinggal dipojokan saja, biarkan dia menonton.
Tak ada gunanya.

Denganmu hanya ada logika.
Cantik sekali kamu membedah logika.

Hingga pertanyaannya bukan lagi 'apakah kamu mencintaiku'. Denganmu pertanyaanya menjadi 'Jadi bagaimana cinta ini?'

Praktis dan logis.

Berhentikan ini jika telah kelewat batas. Jangan sampai aku terlanjur lepas.

Tidak ada komentar

© RIWAYAT
Maira Gall