Minggu, 29 Desember 2013

Mendiami diam

Apa bisa kamu mendengar kata, saat hanya ada suara terik pekak?
Apa bisa kamu paham apa itu jujur, saat  kebenaran tercampur?
Apa bisa kamu bersyukur, kala nafsumu keruh?
Apa bisa kamu merasa cukup, saat nafsumu mengatup-atup?
Apa bisa kamu menikmati dunia dalam fana?
Dalam bising,
Kamu bisa dengar apa?
Dalam ramai,
Kamu bisa liat apa?

Aku akan menarikmu pada diam. Hingga tak ada yang perlu kamu lakukan selain menikmati denyut nadimu dan aku.
Hingga tak perlu lagi kamu harus repot-repot mendengar kicau manusia serakah di luar sana.
Aku akan menarikmu pada hening. Hingga tak ada yang bisa kamu lakukan selain bermain gitar lagu romantis agar suasana semakin hangat.
Aku akan menarikmu pada tenang. Hingga kita bisa mengintip dunia itu sambil menyeduh cinta.

Di luar terlalu mencekam.
Mereka saling terkam.
Udara di luar penuh dengan ilusi.
Nanti mereka bisa membuat kita lupa diri.
Suaranya juga terlalu bising.
Nanti kita bisa pusing.
Jangan hidup disana.
Jangan bergumul terlalu lama disana.
Tak usah berlari tanpa arah disana.
Tak perlu ikut palsu disana.
Jalan kemari.
Diam saja disini.
Tinggalah disini.

Bersamaku, kita mendiami diam.


Tidak ada komentar

© RIWAYAT
Maira Gall