Minggu, 26 Agustus 2012

Observasi


Selamat pagi, pagi ini hujan tidak mengguyur yaketi sederas malam pertama kami sampai disini. Walaupun tidak ada matahari yang dengan gagah bersinar tapi semangat KKN kami masih menyala. Makanan pagi ini adalah telur dadar, oseng-oseng buncis dan wortel dan rendang daging kering yang dimasak oleh chef yoyo, fitri dan mustika. Semua pastinya enak selama KKN.

Pagi ini, lelucon kami bertambah dengan dicetuskannya tawa BWAHAHAHA!! kenapa begitu? nah, saya mau cerita. Anak-anak papua ini begitu sangat girang melihat kami yang begitu kesusahan mengangkut air yang berjarak ratusan meter dari rumah tempat kami menginap. Ya bayangkan saja, setiap kami membutuhkan air, kami harus mengangkut air dengan ember bekas cat (dirigen) dengan medan yang tidak mulus dan ngetroll. Jadi jalannnya itu menurun. Kalau dirigen kosong alias kita akan mengambil air, jalannya turun, sekalinya air sudah terisi, jalannya menanjak. Aw..

Hari ini kami melanjutkan aktifitas dengan observasi ke seluruh rumah yang ada di desa Yakati. Sebuah aktifitas yang cukup melelahkan sebetulnya. melelahkannya karena setiap kita akan mensensus dan bertanya tentang ini itu, mereka susah menangkap apa yang kita tanyakan karena bahasa Indonesia belum dipahami secara benar oleh mereka. Awalnya saya exciting saja, tapi karena rumah yang harus diobservasi banyak dan daya tangkap mereka yang kurang, ditambah cuaca siang sudah sangat panas, maka hasrat ingin misuh tak tertahankan lagi akhirnya, saya dan fauzan menggunakan bahasa jawa untuk bercakap-cakap dan misuh. hahaha kocak.
Ada satu percakapan absurb antara saya dan fauzan dengan salah satu warga yang tengah hamil

saya : "mama kalau sedang hamil begini, ada pantangannnya tidak?"
Fauzan : (setengah berbisik) "peh, ora dong deh koyoke.. kowe ngasih opsyen."
saya:  " jadi, mama, kalau hamil ada tidak bolehnya tidak? apakah misalnya"
mama : "ada toh.."
saya : "apa mama?" (dengan nada semangat)
mama : "tara boleh berburu toh..." 
fauzan : " ada lagi kah ma?"
mama : " ada. tara boleh berkelahi!"
fauzan : "hahahahaha... yoiyolah, ora hamil yo ra oleh. wolah!"

ya itulah...
jadi ketika berbincang dengan mereka, kita harus memberikan option jawaban, kalau tidak, mereka kurang paham pada apa yang kita tanyakan.

ini salah satu keluarga yang saya kunjungi


Saya pribadi, melihat banyak masalah setalah kami melakukan observasi. Mulai dari masyarakat yang trepencil tapi justru minim akan budaya. Beberapa dari warga bahkan tidak menetahui tentang tari atau nyanyi tarian adat dari papua dan bahkan dari buadya yakati sendiri. aduuuh..

Belum lagi dengan masalah kesehatan. Cacingan dialami oleh hampir seluruh anak-anak yakati dan kebersihan yang sangat tidak terjaga. Di tengah keceriaan anak-anak papua yang sepertinya tidak punya beban apa-apa ini, Yakati menyimpan banyak kemirisan dan membutuhkan perhatian. Banyak terbesit dalam pikiran saya untuk melakukan pertolongan pada desa ini, tapi saya menyadari bahwa yang trepenting untuk menolong desa Yakati papua adalah membutuhkan konsistensi dari siapapun yang ingin menolongnya. Papua dalam hal ini desa Yakati itu harus terus dipantau dan diperhatikan setiap detail dari pergerakan masayakatnya. Masyarakatnya belum paham apa pentingnya semua program yang ada. Untuk itu perlu pendampingan masyarakat secara lebih personal. Yes, inilah kenapa kami bisa berada disini.
Katanya, desa yakati ini sudah tidak berkembang selama 27 tahun lamanya. salah satu yang menjadikan itu terjadi adalah kepala desa dirasa tidak bertanggungjawab dengan yakati. Hmm.. agak pelik ya. Untuk itu kehadiran kami di desa yakati begitu ditunggu masayarakat.

sore ini, saya, faizal, dan ozi  mendapat giliran masak. yaa.. so far so good lah. masak mie dengan rasa acakadut tapi tetap bergizi :D

well, malam ini bintangnya bagus sekali. Dan saya malu berbisik dan mengakui, kalau saya rindu. saya teramat rindu.

Yakati, malam minggu, 14 JULI 2012. 21:14

1 komentar

Anonim mengatakan...

tara boleh berantem peh harusnya, haha

© Mood Coaster
Maira Gall