Kamis, 06 Juni 2013

Cengkram Erat



Aku mencengkram lenganmu dengan keras. Dan kamu yang menurut.
Sorot mataku berkata bahwa tak ada satupun didunia ini yang boleh dan bisa menyentuhmu kecuali aku.
Tak ada yang bisa memelukmu dan membuatmu merasa lebih baik kecuali aku.
Mereka yang akan mencobanya jelas harus berhadapan dengan amukanku.

Aku sayang kamu.

Itu yang harus kamu tahu. Itu yang harus kamu sadari.

Aku mencengkrammu kuat.
Hingga matamu memancarkan kesakitan.
Ingin rasanya aku pura-pura buta melihatnya,
Apalagi jika matamu memancarkan kebahagiaan jika melihatnya.
Aku ingin membutakan mataku agar hatiku tak merasakan imbasnya.
Hingga hari dimana aku mengendurkan cengkraman tanganku dari lenganmu.
Hingga melepasnya.
Dan kamupun menangis.
Sulit aku percaya bahwa kamu menangis.

Tangis bahagia kebebasanmu itu awal tangis kesedihanku dimulai.
Kamu menjauh, dan lenganmu disentuh lembut olehnya.



#23
#31harimenulis
#bagian2

Tidak ada komentar

© RIWAYAT
Maira Gall