"Teruslah engkau bertahan bertahan sampai waktunya datang. Aku pasti akan menemukanmu" -The Finest Tree-
Setidaknya, beritahu aku apa rencanamu.
Mau itu hanya sekilas lalu saat percakapan di telfon, atau
secara lengkap saat kita bisa duduk berjam-jam. Itu terserah kamu! Tapi berikan
saja aku gambaran tentang apa yang ingin kamu lakukan setelah ini. Beritahu aku, apa rencanamu.
Bisikan aku tentang apa mimpi-mimpimu, angan-anganmu, bahkan
tentang semua impian konyolmu.
Aku mau tau!
Ajak aku untuk juga berdoa demi semua yang kamu impikan
sejak lama.
Sertakan aku untuk juga mendukung semua langkah jatuh
bangunmu metintis hidupmu.
Pinta aku juga untuk malu bersama dalam melakukan semua
impian konyolmu.
Apakah itu terlalu berlebihan?
Karena menurutku, ini adalah satu-satunya tanda yang paling
mampu untuk kamu lakukan saat ini.
Karena saat kamu bercerita tentang semua mimpi dan rencanamu.
Kamu menyertakan aku dalam setiap prosesnya. Sehingga aku bisa tau bahwa aku
penting untuk terlibat.
Karena ketika kamu memberitahukannya padaku, itu tanda yang
lebih dari cukup untuk mengatakan bahwa aku ada.
Tidak semua rencanamu akan mulus.
Tidak semua mimpimu akan terwujud
Tidak semua impian konyolmu itu benar-benar konyol.
Kamu akan jatuh, akan tertaih-tatih, akan terseok-seok, hingga
mungkin kamu berubah haluan, atau apalah yang mungkin terjadi dalam prosesnya. Tapi
setidaknya ada aku yang bisa selalu bertanya “Hallo, kamu udah makan belom? Kalo belom makan gimana mau kerja?”
Atau aku bisa menghiburmu saat mimpi-mimpimu berguguran. Mungkin
dengan kata-kata motivasi yang lawas terdengar atau dengan suara sumbangku yang
menyanyikan lagu proklamasi agar kamu tetap semangat.
Atau aku yang bisa memberi selamat ketika impianmu terwujud.
Sekedar emotikon senyum atau bahkan gambar betapa hebatnya kamu yang telah
berjuang sedemian rupa untuk semua mimpi-mimpimu.
Apakah ini terlalu berlebihan?
Setidaknya beritahu aku, apa rencanamu.
Apakah kamu tidak ingin ada aku dalam setiap rencanamu?
Aku memintamu untuk memberitahukan setiap hal rencanamu
adalah karena akupun kamu mendengar tentang apa mimpi-mimpiku, angan-anganku, dan
semua tentang impian konyolku.
Agar kamu ada disana dan ikut menikmatinya.
Coba beritahu aku, bagaimana kamu mendefinisikan kita, jika
kita tidak saling bercerita tentang semua rencana kedepan?
Lantas darimana aku mendapatkan tandanya?
Aku buta akan semua makna. Dan mari kita tutup jalan untuk
saling beromansa ala anak remaja yang membuat perut mual tidak karuan. Kamu bisa
berbagi mimpi disini bersamaku, pun aku.
Dan saling dukunglah. Hingga waktunya tiba.
Alih-alih sendiri membuatmu gamang, pun aku. Jadi bagaimana
jika kita saling bercerita?
Apakah ini terlalu berlebihan?
Jadi, apa rencanamu setelah ini?
NB : Untuk semua orang yang sedang melakukan perjalanan. Membagi
tak berarti rencanamu terumbar, itu justru membuatmu tahu, bahwa ada seorang
disana yang peduli.
#2
#31harimenulis
#bagian2
Tidak ada komentar
Posting Komentar