Minggu, 02 September 2012

Katanya pemda...


Katanya pemda akan datang. Begitu berita yang dibawa Sinema beberapa waktu yang lalu. Pemda akan datang terkait dengan program kami juga karena akan mengecek program ABRI masuk desa. Katanya pemda akan datang di tanggal 3. Tapi hingga hari ini tanggal 5, pemda tak menampakan diri. Saya sendiri sih tidak peduli, pemda mau datang kah, tidak kah, terserah! Anak-anak kelompok KKN juga menurut saya tidak ambil pusing dengan kedatangan pemda ini. Tapi bagaimana dengan masyarakat yang ada di yakati? bagaimana dengan perasaan mereka? Mereka yang telah berharap sekali akan hadirnya pemda. Mereka telah berbuat ini dan itu, dijanjikan akan datang, dan bagaimana kecewanya mereka ketika pemda tak kunjung juga datang?
Malah yang kemudian datang dan membuat rencana ngabuburit di dermaga batal adalah kehadiran bu umi dan tim PSKK yang tetiba datang di yakati dengan membawa serta pak saiful (bapaka pemerintahan yang saya juga tak tahu jabatannya apa, tapi mempunyai pencitraan yang baik). Tapi setidaknya, kehadiran mereka memberikan sedikit “angina sejuk yang palsu” bagi masyarakat disini.

Dear pemerintah daerah,
Kalian harus tau betapa kami semua menyiapkan tanggal 3 dengan sangat maksimal. Mulai dari menyiapkan tempat, rapat hingga dini hari (padahal bagi kami yang KKN, kami harus sahur pula) untuk menyiapkan apa yang disampaikan juga apa yang akan diresmikan.

Dear pemerintah daerah,
Mengapa gemar sekali bersikap begitu seenaknya?
Padahal harapan masyarakat terlampau besar akan kehadiran kalian. Masyarakat ingin adanya perubahan di desa ini. masyarakat ingin pemimpinnya datang. Apakah salah jika masyarakat desa ini meminta perubahan dan dukungan dari pemerintahnya sendiri? apakah salah jika masyarakatnya menuntut apa yang dulu pernah dijanjikan oleh kalian sendiri? sebegitu sulitkah permintaan mereka untuk tatap muka dan berbincang untuk kemajuan kampung ini dilakukan oleh kalian wahai Pemda?
Bahkan sesederhana, untuk menepati janj, apakah itu begitu sulit dilakukan?

Dear pemerintah daerah,
Tahukah betapa besara harapan pemuda dan bapak disini yang ingin diresmikan organisasi kampungnya yang telah kami bantu untuk mendirikan? Mereka butuh dukungan!
Betapa organisasi itu yang akan membantu kemajuan kampung ini, tapi apa yang kemudian mereka dapat?
Bahkan setelah anak-anak SD berlatih bernyanyi, da nada pula yang berlatih pidatom ibu-ibu sibuk menyiapkan masakan dan bunga. Juga atrakasi penyambutan, ini dan itu tapi tak ada yang serius dan niat datang ke sini.
Kalian yang berjanji padahal!





Dear pemerintah daerah,
Mama disini seharian di tanggal 3 kemarin telah menyiapkan aneka kudapan hasil olahan dan juga siap melakuakn demo kesenhatan. Mereka rela meninggalakan kegiatan menokok sagu demi kedatangan kalian. Begitu juga dengan anak sekolah disini yang sudah berlatih menyanyikan lagu daerah dan pembacaan puisi untuk penyambutan. Juga pemuda disini yang telah membuat hiburan suling dari sepanjang dermaga untuk menyambut. Ruang pertemuan dan rundown acara telah kami siapkan untuk kalian. tapi apa? 2 hari sudah dan kami tak mendapkan kepastian.

Dear pemerintah daerah,
Satu yang selalu saya yakini dalam hidup. Tanpa adanya hal kecil maka hal yang besar tak akan bisa diraih.  Bahkan hal kecil seperti menepati janji saja sudah begitu berat dilaksanakan, bagaimana dengan hal besar nanti?

saya pribadi sih peduli setan akan pemda, tapi dengan ini jelas saya benci dengan pemerintahan. sukanya kok PHP (Pemberi Harapan Palsu)

yakati, 5 agustus 2012

Tidak ada komentar

© RIWAYAT
Maira Gall