Minggu, 02 September 2012

pasang anting


            Dimanapun kita berada, terlebih di daerah pelosok, tentunya akan ada acara tradisional. Kali ini terdapat upacara adat yang cukup unik. Upacara adat yang secara langsung kami lihat dan juga yang terdapat di yakati adalah upacara pasang anting. Upacara ini ditujukan untik mereka yang berjenis kelamin perempuan, dan memasuki usia balita. Tujuannya untuk membuat lubang anting pada telinga si wanita.
Acaranya cukup seru, dimulai dari siang hari. Masyarakat mulai membawa bingkisan seperti piring, beras, dan juga beberapa seserahan untuk keluarga yang mengadakan upacara pasang anting. Kebetulan yang mengadakan upacara ini adalah bapak kepala suku, jadi merupakan keluarga yang terpercaya sekaligus juga kaya raya.

ini persiapannya. Ini piring yang akan diserahkan


setiap warga bawa satu gitu. 


rame banget emang




ini tempatnya, semuanya kumpul disini. dan upacara akan dimulai

telinganya dimasukan benang gitu



ya, ini dia. Benang, jarum, dan anting



Beberapa dari kami, seperti faizal, dedi, dan uda sudah lebih dulu bertanya pada papa-papa tentang upacara ini. dan kemudian saya dan fitri mengikuti jalannya arak-arakan. Kami mengikuti upacara dari awal dan ikut berjalan beriringan ke rumah kepala suku. Sampai disana, para masyarakat yang membawa bingkisan baris sambil berjoget. kemudian dari depan, keluarlah anak berumur 3 tahun yang langsung didudukan di atas sebuah nampan dan karung yang berisi beras. Upacarapun dimulai, telinga si anak dimasuki jarum yang telah ada benangnya. Telinga bagian bawah untuk tempat anting-anting milik si anak itu dimasukan jarum itu. Ya prosesnya sama seperti menjahit baju begitu. ouch..kebayang deh saya sakitnya kayak apa. Semoga saja itu steril ya J
Ketika dimasukan, si anak tentu saja menangis meraung-raung. Tapi ya sudah, hanya itu saja. singkat sekali upacaranya.Esesnsinya ya hanya memasukan benang ke telinganya untuk membuat lobang, jadi memang sebentar. Yang lama itu… SYUKURANNYA! Owkyeh beybeh, here we go, lets dance togather…





semuanya kumpul disini. Guyub deh






Setelah itu selesai, sesembahan yang telah dibawa warga tadi diserahkan kepada tuan rumah. dan pestapun dimulai. Kudapan mulai keluar. Hanya 3 macam sih, ada donat, gorengan roti, dan kripik pisang, dengan minuman teh dan kopi.
Karena hari itu saya kebetulan sedang haid, maka hasrat kuliner sayapun tersampaikan. Saya mencoba semua makanan itu walaupun hanya segigit-segigit. hahaha.. ya lumanyanlah..
Setalah mencoba donat dingin dan kali juga roti isi mie dan keripik pisang yang rasanya sungguh tawar :p saya ikut bejoged dengan masyarakat. Untung hari masih siang jadi energi joget saya masih besar. Lagipula di papua ini joget juga hanya berputar-putar tanpa gerakan khas. Jadi ya lets rock the party saja lah ya…

Tapi acara belum selesai, malamnya acara masih akan berlanjut. Ya acara joget-joget khas papua itu. Tapi dimalam hari dan yang akhirnya ikut hanya yang lelaki kami saja, para gadis termasuk saya tidur lelap di pastori. Dan seperti adat pada biasanya, rokok dan miras adalah dua hal yang tidak bisa hilang dari perayaan papua. Tidak itu mama, papa, anak muda, hingga anak-anak akan banyak mengkonsumsi itu. Entahlah, semacam pembodohan masal, tapi karena itu budaya dan kamipun bukan masayarakat asli, dan hanya hanya berKKN, ya kami tdiak bisa merubah sampai ke tahap perilaku. Jadi ya cukup dijadikan pengalaman saja deh..




Yakati,  Agustus 2012

Tidak ada komentar

© RIWAYAT
Maira Gall