Jumat, 04 Mei 2012

Nama


Semua orang pasti punya nama.

Kalau tidak, bisa dibayangkan betapa susahnya ketika satu sama lain harus saling memanggil dengan “anu..” “eh..” “kamu…” “mas..” “mbak..

Dibalik nama, pasti ada makna.
Dan jangan salah, pemberian nama ini bukan hal yang mudah.
Saya ingat ketika seorang tetangga, hendak melahirkan anak pertamanya. Dia sampe harus membuat votting yang melibatkan keluarga kami, walau hanya sebagai tetangga. Dan waktu anaknya lahir, dalam hati saya berkata : “wah, namanya hasil vottingan. Musyawarah mufakat aja lewat. Luar biasa bayi ini..

Lagi, seorang sepupu jauh saya yang umurnya sudah jauh diatas saya juga akan melahirkan anak pertama. Dia sampai minta orang pintar untuk mencarikan nama untuk anaknya. Tidak tanggung-tanggung orang pintarnya ada di Malaysia. Katanya kalau besar supaya bisa jadi orang sukses.

Atau ketika teman saya yang berasal dari Jakarta dan sudah mempunyai anak menamai anaknya dengan nama mantan pacarnya. Dan dengan tenangnya berkata “kalo gue ga bisa dapetin dia, gue bikin aja anak yang semuanya persis sama dia, termasuk namanya

Berlebihan sekali.

Ada pula yang menamai anaknya dengan nama Negara. Seperti Sydney atau wonosari. (ada temannya teman saya yang namanya wonosari putri sukandi)

Ada pula yang menamai anaknya dengan nama “seribu umat” seperti ani, toni, agus, dina, entah apa pertimbangannya. Bayangkan, dulu di kelas saya ada 3 orang yang bernama RIZKA. Sampe kita harus membuat asosiasi. Rizka satu, Rizka kurus, Rizka kacamata. Doh…

Ada pula yang menamai anaknya sesuai nama orang sukses dan berharap anaknya seperti itu kelak. (seperti nama adik bungsu saya, Enzo akio dzimazya. Enzo itu adalah orang yang menemukan mesin ferarri. Dan teman SMP saya bernama megawati putri)

Ada pula teman saya yang dinamakan MARTIN padahal dia susah mengucapkan huruf R

Atau nama yang sesuai nama bulan tapi justru tidak lahir dibulan itu, melainkan karena orangtuanya menikah dibulan itu. hahahaha :D

Nama hari
Nama bunga
Dan banyak lagi.

Saya pun iseng bertanya pada mama saya akan arti nama saya yang panjang ini.
Jadi, nama saya ini mempunyai makna anak perempuan lemah lembut dan dinanti kebahagiaannya.
Siti itu berarti anak perempuan dari bahasa arab.
Alifah itu lemah lembut dari bahasa arab (Saya tau, ini meragukan)
Farhana itu kebahagiaan
Dan dinanta itu plesetan dinanti.

Dan jadilah saya, seorang yang tidak lemah lembut dan sangat bahagia. Hahahaha :D
Nama itu sakral. Kalau menurut mbak pulung, ibarat brand nama itu ibarat pesan intangible yang ada didalamnya. Orang berharap bisa mempuyai arti sama seperti namanya.

Yang mempunyai arti nama ARTA mungkin orangtuanya berharap dia kelak menjadi orang kaya.
Yang mempunyai arti nama endang mungkin orangtuanya berharap dia jadi anak yang dapat menyenangkan hati banyak orang (endang, plesetan dari kata enak)

Dan banyak lagi.

Mungkin karena saya belum memiliki anak, jadi belum tau bagaimana rempongnya harus memilihkan nama untuk sebuah denyut yang berdetak.
Well, apapun nama kita, percayalah itu sudah melewati proses pemikiran yang tidak sederhana. Dan dibalik itu ada seribu doa dan harap yang melekat.

NB : tulisan ini saya dedikasikan untuk semua orang yang mempuyai nama dan membuktikan kalau dirinya memang mempunyai “nama”

#4
#31harimenulis

Tidak ada komentar

© RIWAYAT
Maira Gall