Senin, 07 Mei 2012

(Saling) Mengenal

Coba ingat dan kemudian tetapkan, siapa yang menurut kita menjadi orang yang paling kenal dengan kita.
Dan jawaban kita akan jatuh pada siapa?
mama? ayah? teman? sahabat? pacar? mantan? guru? atau siapa?

well, kalau saya kembalikan pertanyaan itu kepada diri saya sendiri. saya pasti bingung.
siapa ya yang kira-kira paling mengenal saya...

Karena bagi saya, saya juga jarang "mengizinkan" orang untuk benar-benar mengenal saya kalau tidak orang itu secara sengaja selalu hadir dihidup saya.
seperti sahabat saya selama SMA yang sebangku dengan saya selama 3 tahun. Jadi ya, dia tau bagaimana saya tanpa saya berkata dan menjelaskan.

Bagi sebagian orang, saya dikenal dengan orang yang sibuk
Sebagian lagi berkata supel
Namun ada juga yang berkata jutek
Ada juga yang mengatakan saya orang ga bisa ditebak. 

apapun yang orang katakan toh itu hak mereka.
saya ga akan menyalahkan atau membenarkan

Saya ga mengekspektasi semua orang mengenal saya dengan baik. Saya sadar pada sekat yang kadang saya bangun terlalu kuat untuk orang-orang diseliling saya.

entahlah, tidak kepada semua orang saya bisa dengan mudah melepas lelah dan melepas rasa tangguh. Itu wajar kok. Semua orang pasti juga begitu, punya tempat dimana bisa melepas tangguhnya sejenak, sambil bercerita panjang lebar, juga kadang disertai dengan tangisan atau pisuhan. Selebihnya rasa tangguh itu kembali dipakai dan ya... kembali seperti biasa
seperti tulisan saya sebelumnya tentang "topeng".

mengenai orang-yang-paling-mengenal ini, saya sering merasa terkecoh. 
saya kadang mengklain  beberapa orang sebagai orang yang paling mengenal saya. Tapi setelah saya cermati, ternyata tidak. Dan untuk beberapa waktu, saya merasa sedih karena rasa terkecoh ini.
sampai saya sadar bahwa pada dasarnya selain mama saya, memang tidak ada satupun orang yang benar-benar benar mengenal saya. 

beberapa orang mengenal saya dengan bagiannya masing-masing. Ada yang besar, ada yang kecil. Ada yang dalam, ada yang cetek. Dan itu sebetulnya lebih dari cukup.



ya akhirnya, saya hanya bisa tersenyum, jika pendapat orang kadang begitu sangat berbeda-beda tentang saya. Ya karena saya memberi sekat yang berbeda pada orang-orang ini.
kadang saya sendiri merasa jengkel ketika mama saya membelikan makanan yang nyata-nyata saya benci makanan itu.
atau ayah saya yang baru tau minggu lalu bahwa saya fobia kodok -____-
bikin jengkel sebenarnya, tapi kemudian saya sadar, bahwa saja juga mungkin tidak melakukan itu ke orang lain. Saya kadang lupa ulangtahun sahabat saya. Atau saya tidak tau persis apa makanan favorit mama saya.
jadi ya seharusnya saya ga boleh jengkel juga sih. Orang saya ga melakukan hal yang sama. Adil.

kondisi yang kocak.

yang jelas saya tau, dan banyak orang tau tentang saya adalah saya adalah seorang yang moody. Hampir semua orang tau tentang itu. hahahha...

Tentang kenal mengenal ini kadang memang menjadi teka-teki.
Untuk itu, membubuhkan kata "saling" dalam kata "kenal" ini adalah jalan tengah yang bijak.


NB : tulisan ini saya dedikasikan untuk beberapa orang yang sejauh ini memegang peringkat "paling mengenal saya". Rosma puspitasari, titis hidayatiw, Dyah, Ayudha Ghora dhira, nenek dan mama saya.

#7
#31harimenulis


Tidak ada komentar

© Mood Coaster
Maira Gall